Site icon MentayaNet

Bupati Heriyus Tegaskan Pasar Pelita Hilir Akan Dibongkar: Jangan Tunggu Ada Korban!

Murung Raya

Foto : Bupati Murung Raya - Heriyus

Rencana pembongkaran Pasar Pelita Hilir yang sempat diumumkan Pemerintah Kabupaten Murung Raya pada akhir September lalu kini kembali menjadi sorotan publik.

Hingga awal Oktober 2025, sejumlah pedagang masih beraktivitas di area pasar lama, sementara proses relokasi dan pembongkaran bangunan belum juga dimulai.

Bupati Murung Raya Heriyus sebelumnya telah menegaskan bahwa pembongkaran pasar tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ia menyebut kondisi bangunan sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan pedagang serta pengunjung.

“Bangunan pasar Pelita Hilir ini memiliki dua lantai dan sekarang dalam keadaan miring ke arah Sungai Barito. Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban baru bertindak,” tegas Heriyus saat dikonfirmasi kembali oleh sejumlah awak media di Puruk Cahu pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Bupati menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan dua lokasi alternatif bagi pedagang yang terdampak pembongkaran, yakni Pasar Pelita Hulu dan Pasar Bahitom.

Menurutnya, kedua lokasi tersebut sudah memiliki fasilitas memadai untuk menampung pedagang lama.

“Kita sudah siapkan tempat bagi pedagang agar kegiatan ekonomi tetap berjalan. Relokasi ini harus dilakukan dengan tertib, dan kami pastikan tidak ada yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan MentayaNet di lapangan menunjukkan sebagian pedagang masih memilih bertahan di kios lama.

Mereka beralasan belum ada kejelasan teknis mengenai jadwal pembongkaran maupun pembagian lokasi kios di pasar pengganti.

Seorang pedagang sayur di Pasar Pelita Hilir, Nurhayati (43), mengaku khawatir jika pembongkaran dilakukan tiba-tiba tanpa penataan ulang terlebih dahulu.

“Kami tidak menolak dipindah, tapi tolong diberi kepastian. Kalau dibongkar mendadak, kami bingung mau jualan di mana,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Murung Raya, Agus Riyanto, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan ulang terhadap jumlah pedagang aktif di Pasar Pelita Hilir untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar.

“Kita inventarisasi dulu jumlah kios aktif dan kebutuhan tempat di dua lokasi pasar pengganti. Setelah itu baru kita bisa jadwalkan pembongkaran bersama Dinas PUPR,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran, kondisi bangunan Pasar Pelita Hilir memang semakin memprihatinkan. Sejumlah tiang penyangga tampak retak dan sebagian dinding mulai miring ke arah Sungai Barito.

Beberapa pedagang sudah menutup lapak mereka karena khawatir terhadap risiko ambruk, terutama saat hujan deras.

Aktivis masyarakat setempat, Rizal Mahendra, menilai pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar masalah ini tidak berlarut.

“Jangan sampai pasar ini jadi bom waktu. Pemerintah sudah punya rencana bagus, tapi kalau tidak cepat dilaksanakan, risikonya besar. Keselamatan pedagang dan warga jauh lebih penting,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya memastikan bahwa pembongkaran pasar akan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan keselamatan warga serta kelancaran kegiatan ekonomi.

Heriyus juga menegaskan, proses ini akan diawasi langsung oleh tim gabungan agar tertib dan tidak menimbulkan konflik sosial.

“Prinsip kami jelas: pasar lama akan dibongkar, tapi pedagang harus tetap bisa berjualan. Tidak boleh ada yang dirugikan,” tegas Bupati Heriyus menutup keterangannya.

Dengan meningkatnya kekhawatiran publik dan tekanan dari berbagai pihak, masyarakat kini menanti langkah cepat Pemkab Murung Raya merealisasikan pembongkaran Pasar Pelita Hilir — proyek yang disebut-sebut akan menjadi titik awal penataan kembali kawasan ekonomi di pusat kota Puruk Cahu.

Exit mobile version