UPTD Puskesmas Terawan, Kecamatan Seruyan Raya, menggelar kegiatan Persiapan dan Evaluasi Tim Pelaksana Pemberian Makanan Tambahan bagi ibu hamil dan bayi bermasalah gizi. Kegiatan ini menjadi bahan evaluasi program PMT tahun 2025 sekaligus mematangkan rencana pelaksanaan PMT periode Mei–Desember 2026.
Kepala UPTD Puskesmas Terawan, Muslihudin,S.Kep., Ners, menegaskan pentingnya evaluasi ini untuk menekan angka gizi buruk dan stunting di wilayah kerja puskesmas.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai bahan evaluasi PMT 2025 dan persiapan PMT 2026. Masih banyak hambatan yang harus kita cari solusinya bersama,” ujar Muslihudin.
Dalam evaluasi tersebut, terungkap sejumlah tantangan pelaksanaan PMT:
1. Stigma masyarakat: Penerima PMT kerap dianggap sebagai keluarga miskin.
2. Menu monoton: Ragam makanan yang disajikan kurang bervariasi.
3. Benturan jadwal: Waktu pemberian PMT sering bertabrakan dengan jam kerja keluarga penerima.
4. Minim edukasi gizi: Pengetahuan keluarga tentang gizi masih rendah.
5. Keterbatasan anggaran: Dana pengelolaan PMT belum mencukupi.
Kegiatan diikuti 60 peserta dari 5 Posyandu di 4 desa wilayah kerja Puskesmas Terawan:
1. Desa Bangkal: 15 peserta
2. Desa Terawan: 12 peserta
3. Desa Selunuk: 12 peserta
4. Desa Lanpasa: 12 peserta
5. Panitia & Pemateri: 9 peserta
Peserta antusias menyampaikan masalah mulai dari penyiapan hingga distribusi PMT. Pihak puskesmas langsung memfasilitasi diskusi untuk mencari solusi atas kendala yang dihadapi tim PMT desa.
Muslihudin menjelaskan, PMT bertujuan meningkatkan status gizi anak, mencegah stunting, dan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil serta bayi bermasalah gizi yang tidak tercukupi dari makanan utama.
“PMT diberikan sebagai makanan pendukung yang aman, bergizi, dan bermutu. Harapannya terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan sukses di masa depan,” pungkas Muslihudin.

