Site icon MentayaNet

Mura Belajar ke Kukar: Strategi Tingkatkan PAD Tambang Mulai Dibedah

Murung Raya

Foto : Mura Belajar ke Kukar: Strategi Tingkatkan PAD Tambang Mulai Dibedah

Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan sektor pertambangan yang lebih efektif dan terukur.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), daerah yang dinilai berhasil mengoptimalkan pendapatan dari sektor sumber daya alam melalui dukungan strategi investasi dan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rombongan Pemkab Mura dipimpin langsung Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, dan diterima oleh Plh. Sekretaris Daerah Kukar, Dafip Haryanto, beserta jajaran perangkat daerah terkait. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi mengenai potensi kerja sama kedua daerah.

Dalam paparannya, Rahmanto menjelaskan bahwa Murung Raya memiliki potensi sumber daya alam, khususnya batu bara, yang cukup besar.

Namun, menurutnya, kontribusi sektor tersebut terhadap PAD masih dapat ditingkatkan melalui pembenahan sistem pengelolaan, inovasi kebijakan, dan penguatan peran BUMD.

“Tujuan kami datang ke Kukar adalah mempelajari bagaimana daerah ini mampu mengoptimalkan pendapatan dari sektor pertambangan secara lebih terstruktur. Kami ingin melihat langsung bagaimana BUMD di Kukar melakukan strategi investasi, diversifikasi usaha, dan inovasi pengelolaan pendapatan daerah,” ujar Rahmanto.

Ia menekankan bahwa Kukar merupakan salah satu daerah yang berhasil mengembangkan model pengelolaan pertambangan, mulai dari tata kelola administrasi, pola kerja sama dengan perusahaan tambang, hingga penguatan BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Kami memperoleh pengalaman dan sejumlah rekomendasi yang bisa diterapkan di Murung Raya, baik untuk memperkuat kinerja BUMD maupun meningkatkan PAD. Ini menjadi landasan awal untuk merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan sesuai karakteristik wilayah Murung Raya,” tambahnya.

Sementara itu, Plh. Sekda Kukar, Dafip Haryanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyatakan bahwa Kukar dan Murung Raya memiliki kesamaan karakter wilayah dan potensi sumber daya alam, sehingga kerja sama dan pertukaran pengalaman dapat memberikan manfaat timbal balik.

“Dengan potensi daerah yang hampir sama, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk berbagi pengalaman terkait penguatan BUMD, pengembangan usaha daerah, dan mekanisme pendapatan sektor pertambangan. Kami tentu terbuka untuk diskusi lanjutan maupun kerja sama teknis dengan Murung Raya,” ungkap Dafip.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Mura juga mempelajari tata kelola data minerba, pola koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga strategi Kukar dalam menekan kebocoran pendapatan daerah.

Selain itu, rombongan turut meninjau unit-unit usaha BUMD Kukar yang dinilai berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PUPR Mura yang turut mendampingi menilai bahwa keberhasilan Kukar sangat dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan dan keberanian daerah mengembangkan model bisnis yang melibatkan pemerintah secara langsung, namun tetap mengikuti prinsip profesionalisme dan transparansi.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi Murung Raya untuk memperkuat pondasi fiskal daerah, sekaligus mempercepat proses perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mengelola sumber daya alam.

Pemkab Mura menargetkan sektor pertambangan dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Exit mobile version