Site icon MentayaNet

BBM Subsidi Bocor di Sampit, BPH Migas Ditagih Turun Sekarang!!!

BBM Subsidi

Foto : Ilustrasi

BBM subsidi langka berkepanjangan di Sampit. Antrean truk dan mobil mengular tiap hari. Sementara di pengecer, itupun bisa kosong, jika ada, Solar dijual mahal.

Warga Kotawaringin Timur muak. Mereka desak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turun langsung ke lapangan. Jangan cuma pantau dari Jakarta.

Masalahnya Bukan Kuota

Kuota BBM subsidi untuk Kotim diduga cukup. Yang bikin langka: bocor di jalan. Pelangsir bolak-balik isi jeriken. Oknum industri diduga ikut nyedot jatah rakyat kecil.

Hasilnya? SPBU baru bongkar, 2 jam kemudian papan tulisnya: “Solar Habis”. Warga terpaksa beli ke pengecer, harga bisa 2 kali lipat.

“Kami minta BPH Migas turun sekarang. Audit SPBU, tangkap mafia pelangsir. Ini hak rakyat kecil yang dirampok,”kata M. Abadi anggota DPRD Kotim, Selasa 5/5/2026.

Logistik Mahal, Inflasi Ngintip

Sampit itu jantung logistik Kalteng. Truk berhenti karena tak dapat Solar, harga barang ikut naik. Kalau dibiarkan, inflasi daerah meledak. Warung kecil yang pertama mati.

Tuntutan Warga Kotim ke BPH Migas: 3 Poin

1. Audit kuota: Bongkar angka real BBM subsidi Kotim. Ke mana larinya?

2. Sidak digital: Pasang CCTV & sistem barcode biar pelangsir tak bisa main.

3. Penjarakan Mafia: Tak cukup sanksi admin. Pidana untuk penimbun & SPBU nakal.

BPH Migas dan Pertamina ditunggu. Jangan sampai Sampit lumpuh karena BBM subsidi yang harusnya ada, tapi “dihilangkan”.

“Kalau pusat diam, warga yang akan bergerak,” pungkas Abadi.

Exit mobile version