Site icon MentayaNet

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Momentum Pembinaan Karakter di SMK Negeri 4 Sampit

SMK Negeri 4 Sampit

Foto : Kepala SMK Negeri 4 Sampit memberikan sambutan dalam rangkaian acara Isra Mi’raj tahun 2026 (ist)

SMK Negeri 4 Sampit menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat nilai keimanan sekaligus menanamkan karakter peserta didik di tengah perkembangan zaman dan tantangan dunia digital.

Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan, dan berlangsung dengan khidmat di lingkungan SMK Negeri 4 Sampit.

Peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum penting untuk mengajak peserta didik merefleksikan kembali perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.

Peristiwa agung tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang keteguhan iman, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kewajiban salat sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang berakhlak dan berdisiplin.

Foto : Siswa SMKN 4 Sampit bertugas sebagai pembawa acara (kharisma)

Kepala SMK Negeri 4 Sampit, Rusliharyanti, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan di SMK tidak cukup hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis dan kompetensi keahlian, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan nilai moral, etika, dan spiritual.

“Peserta didik kami siapkan untuk siap kerja dan siap berwirausaha. Namun, yang tidak kalah penting adalah kesiapan mental dan karakter. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta ketakwaan kepada Allah SWT, yang semuanya tercermin dalam pelaksanaan salat,” ujar Rusliharyanti pada Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menambahkan, penanaman karakter menjadi sangat penting di SMK Negeri 4 Sampit mengingat peserta didik nantinya akan terjun langsung ke dunia kerja dan dunia industri.

Dunia kerja tidak hanya menuntut kecakapan teknis, tetapi juga integritas, etos kerja, kedisiplinan waktu, serta sikap saling menghormati.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat ditumbuhkan sejak dini melalui pembiasaan kegiatan religius dan keteladanan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik atau keterampilan, tetapi juga dari sikap dan perilaku sehari-hari.

Foto : Pelajar SMKN 4 Sampit antusias ikuti kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW (Kharisma)

Salat sebagai inti peristiwa Isra Mi’raj menjadi simbol pengendalian diri, konsistensi, dan tanggung jawab, yang relevan dengan pembentukan karakter generasi muda.

Peringatan Isra Mi’raj di SMK Negeri 4 Sampit juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

“Suasana religius yang tercipta diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang kondusif, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” tegas Rusliharyanti dalam sambutannya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMK Negeri 4 Sampit berharap nilai-nilai keimanan dan karakter mulia dapat terus tumbuh dan mengakar dalam diri peserta didik.

Sekolah berkomitmen untuk terus mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap aktivitas pembelajaran, sebagai upaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten dan siap bersaing, tetapi juga berakhlak mulia dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

Exit mobile version