Camat Baamang menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keselamatan masyarakat saat menghadiri audiensi bersama komunitas Damkar Swakarsa dalam rangka Operasi Keselamatan Telabang 2026 yang diselenggarakan oleh Satlantas Polres Kotawaringin Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, serta relawan pemadam kebakaran swakarsa sebagai garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Baamang, Sufiansyah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para relawan Damkar Swakarsa yang selama ini hadir membantu masyarakat tanpa pamrih.
Menurutnya, keberadaan relawan memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan kondusif, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Sinergi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, dan komunitas Damkar Swakarsa harus terus diperkuat. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, sehingga koordinasi yang baik menjadi kunci dalam pencegahan maupun penanganan keadaan darurat,” ujar Camat Baamang.

Lebih lanjut, Camat Baamang juga menyampaikan apresiasi kepada para lurah yang bertugas di wilayah Kecamatan Baamang yang dinilai sigap dan cepat bergerak dalam menangani berbagai persoalan masyarakat di tingkat kelurahan.
Respons cepat tersebut dinilai mampu meminimalkan dampak permasalahan serta menjaga stabilitas lingkungan sosial masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi para lurah di Kecamatan Baamang yang terus menunjukkan kinerja responsif dan hadir langsung di tengah masyarakat ketika terjadi persoalan. Kecepatan penanganan di tingkat kelurahan menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan warga,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti adanya perbedaan signifikan antara Kecamatan Baamang dan Kecamatan Ketapang, baik dari sisi kapasitas jumlah penduduk maupun siklus pembangunan wilayah.
Perbedaan tersebut, menurutnya, turut memengaruhi kondisi lingkungan, termasuk persoalan perairan yang sempat mengalami banjir di sejumlah titik.

“Kapasitas penduduk dan dinamika pembangunan di Baamang dan Ketapang memiliki karakteristik berbeda. Hal ini berdampak pada sistem perairan dan potensi banjir di beberapa lokasi, sehingga diperlukan perencanaan terpadu serta kerja sama semua pihak agar penanganannya bisa lebih optimal,” jelas Camat Baamang.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Baamang juga menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana maupun gangguan keselamatan lainnya.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















