banner 130x650

Bukan Hanya Sembako Yang Naik, Petani Menjerit Harga Pupuk Melambung Tinggi

Kotim
Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur - Bima Santoso

Terjadi kenaikan pupuk seperti ini petani harus dibuat menjerit. Bahkan tidak ada solusi untuk mengatasinya. Itu diungkapkan Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Bima Santoso.

“Saya mendorong pemerintah untuk memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi aman guna meringankan beban petani yang terdampak tingginya harga pupuk non subsidi,” kata sekretaris Fraksi PKB DPRD Kotim, Bima Santoso, Minggu, 16 Januari 2022.

Lonjakan harga pupuk non subsidi ini menyebabkan sejumlah masalah seperti terhambatnya produksi serta semakin tingginya harga komoditas pangan.

Photo : Harga Pupuk Subsidi yang sesuai dengan aturan Pemerintah sebelumnya

“Ini yang saya rasakan dan dengar dari masyarakat atau para petani khususnya yang ada di Kecamatan MB Ketapang,” ungkap pria dari daerah pemilihan tersebut.

BACA JUGA :  Legisltor Kotim ini Minta Bentuk dan Turunkan Tim Independen Tertibkan Mini Market

Dari itu Bima mendesak agar pemerintah daerah aktif dalam hal tingkat pengawasan penyaluran, sehingga penyaluran dari distributor itu bisa dipastikan harga tidak dimainkan dan benar- benar sampai kepada petani.

Photo : Petani yang sedang melakukan pemupukan ke lahan pertaniannya

Sejauh ini Bima juga mempertanyakan seperti apa distribusi pupuk itu, karena dari keluhan para petani mereka lebih banyak membeli pupuk non subsidi.

Artinya kata dia masih banyak petani yang harusnya menikmati pupuk subsidi akan tetapi tidak merasakan hal tersebut.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kotim Apresiasi Kesuksesan Pengamanan Arus Mudik dan Balik Lebaran

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca