Upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan usia muda terus digencarkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim).
Melalui sosialisasi Operasi Telabang di SMK Negeri 4 Sampit, kepolisian menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya harus dimulai dari kesadaran pelajar sebagai pengguna lalu lintas yang kian dominan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut tidak sekadar menjadi agenda penyuluhan formal, tetapi juga ruang dialog edukatif antara aparat kepolisian dan generasi muda.
Para siswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang menyoroti realitas tingginya pelanggaran lalu lintas oleh remaja—mulai dari tidak menggunakan helm standar, kelengkapan administrasi kendaraan yang diabaikan, hingga rendahnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas.

Kanit Regident Satlantas Polres Kotim, Ipda Yudo Priatmoko, S.H., menegaskan bahwa Operasi Telabang bukan semata penindakan, melainkan langkah preventif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.
“Keselamatan bukan pilihan, tetapi kebutuhan. Melalui sosialisasi ini kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami risiko pelanggaran lalu lintas dan menjadikan kepatuhan sebagai kebiasaan, bukan karena takut ditindak,” tegasnya.
Menurutnya, kelompok usia pelajar merupakan salah satu segmen yang paling rentan terlibat kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah dinilai menjadi strategi paling efektif dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab di ruang publik.

Pihak SMK Negeri 4 Sampit menyambut kuat langkah preventif tersebut. Sekolah menilai kehadiran kepolisian membawa pesan nyata bahwa keselamatan berkendara adalah bagian dari pendidikan karakter, bukan sekadar aturan hukum.
Sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian, lanjut pihak sekolah, menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum dan beretika di jalan raya.
“Sosialisasi Operasi Telabang ini diharapkan melahirkan pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas mereka yang tidak hanya patuh aturan, tetapi juga mampu memengaruhi lingkungan sekitarnya untuk membangun budaya tertib, aman, dan beradab di jalan raya wilayah Kotawaringin Timur,” tegasnya.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan kompleksitas lalu lintas perkotaan, langkah edukasi yang menyasar pelajar menjadi sinyal kuat bahwa pencegahan harus dimulai sebelum pelanggaran terjadi.
Dari ruang kelas menuju jalan raya, pesan keselamatan kini ditegaskan untuk disiplin berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari generasi muda.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















