Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur melaksanakan kegiatan “Jaksa Masuk Sekolah” di SMK Negeri 4 Sampit sebagai upaya memberikan edukasi dan bimbingan hukum kepada peserta didik sejak dini.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana interaktif dan edukatif, diikuti oleh para siswa, guru, serta jajaran manajemen sekolah yang antusias menyambut program pembinaan karakter berbasis kesadaran hukum tersebut.
Materi disampaikan oleh Verdian Rifansyah, Jaksa Fungsional sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Intelijen Kejari Kotawaringin Timur yang menekankan agar pelajar di jaman kini tidak melakukan tindakan bullying.
Dalam pemaparannya, ia secara khusus menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan pelajar, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Verdian menjelaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan antarteman, melainkan tindakan yang memiliki dampak psikologis serius bagi korban dan dapat berujung pada konsekuensi hukum bagi pelaku.
Ia menekankan pentingnya membangun empati, saling menghormati, serta keberanian untuk melapor apabila melihat tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
“Perundungan dalam bentuk apa pun—baik fisik, verbal, maupun digital—merupakan perilaku yang tidak dapat ditoleransi. Selain melukai korban secara mental, tindakan tersebut juga dapat masuk dalam ranah hukum. Karena itu, siswa harus memahami batasan perilaku dan belajar menghargai sesama,” tegas Verdian di hadapan peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat cyberbullying menjadi ancaman baru yang perlu diwaspadai.
Jejak digital yang tersebar di media sosial dapat berdampak panjang terhadap masa depan pelajar, baik dari sisi pendidikan maupun sosial.
“Bijak menggunakan media sosial adalah bagian dari kesadaran hukum. Jangan sampai unggahan atau komentar yang merendahkan orang lain justru merusak masa depan sendiri. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan saling mendukung,” tambahnya.

Kepala SMK Negeri 4 Sampit, Rusliharyanti, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai edukasi mengenai bahaya bullying sangat relevan dengan pembinaan karakter peserta didik.
Menurutnya, sekolah terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa semakin memahami pentingnya saling menghargai dan menjaga sikap. SMK Negeri 4 Sampit ingin membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif, menunjukkan tingginya kepedulian siswa terhadap isu perundungan dan kesadaran hukum di lingkungan sekolah.
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum dalam menciptakan generasi muda Kotawaringin Timur yang berkarakter, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















