Anggota DPRD Kotawaringin Timur mendorong pemerintah kabupaten (pemkab) memperhatikan usaha di sektor dari PBS perkebunan kepala sawit.
H. Abdul Kadir, Sekretaris Komisi IV DPRD Kotim menjelaskan jika saat ini sawit sudah menjadi salah satu sumber pendapatan dan harus diorong oleh pemkab. Bahkan di era pemerintahan Bupati Kotim, H.Halikinnor mampu menjadi salah satu memanfaatkan potensi itu untuk mendongkrak keuangan daerah.
“Salah satu usaha yang sangat besar dampaknya yaitu pembuatan pabrik kelapa sawit (PKS). Dengan adanya pabrik itu bisa menampung buah hasil milik masyarakat dengan begitu pemerintah bisa mendapatkan untung menjadi pendapatan, sementara masyarakat bisa sejahtera,” kata Abdul Kadir pada Sabtu, 03 September 2022.
Baca Juga : Ketua DPRD Kotim Sebut Potensial Desa Wisata Kotim Menjanjikan
Ia menerangkan hasil perkebunan milik masyarakat cenderung dijual ke pabrik milik investor semata. Ditambah adanya permainan harga sangat rentan terjadi oleh penjualnya. Namun dengan adanya PKS milik pemerintah, maka bisa terjamin harga yang menguntungkan masyarakat.
“Selama ini kita berkutat urusan kecil untuk mendongkrak PAD Kotim, coba lakukan terobosan dengan pembangunan pabrik kelapa sawit, usaha milik pemerintah, dan pemerintah juga yang berikan izin,” tandasnya.
Kendati demikian, di Kotim sendiri sejumlah pabrik non kebun mulai berdiri. Meski dalam syarat minimal harus memiliki cadangan buah yakni sekitar 20 persen dari kapasitas pabrik.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Respon (1)
Komentar ditutup.