Emiten perkebunan kelapa sawit PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 dengan nilai sebesar Rp50 per saham.
Total nilai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp992,62 miliar. Keputusan ini ditetapkan melalui rapat direksi dan dewan komisaris yang digelar pada 30 Oktober 2025.
Pembagian dividen interim tersebut mencerminkan kuatnya posisi keuangan perseroan, terutama setelah mencatat kenaikan laba serta meningkatnya kontribusi dari entitas anak.
Salah satu pendorong utama likuiditas perusahaan tahun ini adalah penerimaan dividen interim dari anak usaha, PT Agro Multi Persada (AMP), yang mencapai lebih dari Rp751 miliar.
Dana tersebut menambah ruang gerak perusahaan dalam menjaga arus kas operasional sekaligus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Selain penguatan dari sisi keuangan internal, kinerja TAPG pada tahun 2025 juga ditopang oleh tren penjualan komoditas yang stabil.
Harga minyak sawit mentah (CPO) yang cenderung bergerak positif sepanjang tahun memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan.
Hal ini menjadikan posisi TAPG relatif aman dalam mengeksekusi kebijakan pembagian dividen tanpa mengganggu rencana ekspansi dan operasional perusahaan.
Dari sisi pasar modal, pembagian dividen ini dinilai sebagai sinyal positif mengenai kesehatan fundamental perusahaan.
Para analis menilai kebijakan ini mencerminkan komitmen manajemen untuk menjaga kepercayaan investor, terutama mereka yang mengincar imbal hasil dividen atau dividen yield.
Namun demikian, para analis tetap menekankan bahwa prospek saham perseroan tetap dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, termasuk volatilitas harga komoditas global, regulasi ekspor, serta dinamika permintaan pasar internasional terhadap produk turunan kelapa sawit.
Sejak melantai di bursa, TAPG dikenal konsisten membagikan dividen baik interim maupun final. Pola ini disebut sebagai bukti konsistensi kinerja dan tata kelola keuangan yang solid.
Dengan kondisi laba yang menguat pada 2025, arus kas yang sehat, serta dukungan dari entitas anak, TAPG kembali menunjukkan kapasitas untuk menjaga stabilitas pembagian dividen bagi pemegang sahamnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, keputusan pembagian dividen interim ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mempertahankan daya tarik saham TAPG.
Investor yang mencari kombinasi antara pembagian dividen dan peluang pertumbuhan harga saham diperkirakan tetap menjadikan TAPG sebagai salah satu opsi yang menarik di sektor perkebunan.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















