Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus berkontribusi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Viva Yoga saat memberi sambutan pada Perayaan 45 Tahun GAPKI Untuk Negeri di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa 29/4/2026. “Selamat ulang tahun ke-45 GAPKI. Semoga organisasi yang berdiri sejak 1981 ini mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha kelapa sawit dengan pemerintah,” ujarnya.
Acara turut meluncurkan buku _GAPKI Untuk Negeri: Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045_ dan dihadiri pengurus, mantan ketua umum, pelaku usaha, petani sawit, perwakilan kementerian, serta Duta Besar Pakistan dan Tanzania.
Viva Yoga menegaskan sawit bukan hal asing bagi Kementerian Transmigrasi dan para transmigran. Saat ini ada 600.000 hektare lahan sawit di kawasan transmigrasi. “Luasannya akan lebih besar bila ditambah dari transmigran swakarsa, eks transmigrasi, dan perluasan lahan legal lainnya,” jelasnya.
Ia mencontohkan Kawasan Transmigrasi Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Jambi. Mayoritas transmigran yang ditempatkan sejak 1985 kini menjadi petani sawit. Ada yang bermitra dengan swasta, ada pula yang mandiri setelah kerja sama berakhir. “Selepas kerja sama, lahan jadi milik warga dan mampu menyejahterakan mereka,” tutur Viva Yoga.
Menurut pengakuan petani di Kuamang Kuning, sawit meningkatkan pendapatan dan mampu menyekolahkan anak. Tingginya nilai ekonomi sawit bahkan membuat sebagian petani komoditas lain beralih ke sawit. “Menurut mereka sawit lebih menguntungkan,” kata Viva Yoga.
Mantan Anggota Komisi IV DPR itu menyebut sawit sebagai komoditas ekspor penghasil devisa terbesar non-migas. Karena itu, GAPKI harus menjadi jembatan komunikasi antara pengurus, anggota, dan pemerintah.
“Sawit adalah kekayaan terbesar Indonesia. Sangat disesalkan bila komoditas ini diurus tidak tepat atau salah kebijakan. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya. Semua kebijakan harus dikomunikasikan agar sawit menguntungkan pengusaha sekaligus menyejahterakan petani.
Ia menekankan pentingnya peremajaan sawit, riset dan inovasi produk turunan, serta perluasan pasar untuk mengembangkan komoditas ini.
Viva Yoga berharap kiprah GAPKI di dunia persawitan mampu menyejahterakan semua pihak, memberi efek pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta melahirkan inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. “Kementrans akan terus berkomunikasi dengan GAPKI untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















