banner 130x650

Jaringan Narkoba Siabu Terbongkar, GRIB Jaya Desak Polres Madina Bongkar Otak Besar

Grib Jaya

Ketua GM GRIB Jaya Mandailing Natal, Sutan Paruhuman, mendesak Polres Mandailing Natal membongkar tuntas jaringan narkotika di Kecamatan Siabu. Ia menilai penangkapan dua terduga bandar sabu dan ganja pada Rabu malam, 13 Mei 2026, hanya membuka ujung benang jaringan yang diduga terorganisir.

Dalam operasi itu, aparat mengamankan dua pelaku berinisial B, warga Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang, dan S, warga Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu. Barang bukti sabu dan ganja yang disita mencapai 140-160 gram.

Yang menjadi sorotan, aparat menemukan modus penyembunyian narkotika di dalam alat semprot pertanian. Bagi Sutan, pola ini menunjukkan peredaran narkoba di Madina sudah bergerak secara sistematis dan terstruktur untuk mengelabui aparat.

“Jangan Hanya Tangkap Pemain Lapangan”

“Publik jangan hanya disuguhkan penangkapan pemain lapangan, sementara aktor utama di belakang bisnis haram ini tetap tidak tersentuh,” tegas Sutan.

BACA JUGA :  Sukhairi Ajak Masyarakat Saling Bermaafan Demi Sambut Bulan Ramadhan

Ia menilai besarnya barang bukti dan modus penyamaran itu bukan pola kerja pengedar kecil.

“Modus seperti ini bukan kerja sembarangan. Ini upaya terstruktur untuk mengelabui aparat. Pertanyaannya, siapa pengendali utamanya? Siapa pemasok besarnya? Apakah ada pihak yang menjadi pelindung jaringan ini?” ujarnya.

Ancaman bagi Generasi Muda Madina

Sutan mengingatkan, maraknya peredaran narkoba bukan lagi sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda Mandailing Natal.

“Madina tidak boleh dibiarkan menjadi jalur aman peredaran narkotika. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan haram yang bergerak diam-diam namun merusak generasi muda secara masif,” katanya.

GM GRIB Jaya Madina mendesak Satresnarkoba Polres Madina melakukan pengembangan kasus secara terbuka, profesional, dan menyeluruh. Termasuk menelusuri kemungkinan jaringan lintas daerah dan aktor intelektual yang belum tersentuh hukum.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Mandailing Natal Tinjau Proyek Jalan Pagur - Panyabungan

“Kami tidak ingin masyarakat hanya melihat penangkapan demi penangkapan tanpa pernah tahu siapa otak utama di baliknya. Jika ada jaringan besar bermain di Mandailing Natal, sudah waktunya dibuka terang dan ditindak tanpa pandang bulu,” tutup Sutan.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca