Di tengah keluhan warga soal pemadaman bergilir yang berujung aksi peternak buang ratusan bangkai ayam di Palangka Raya, PLN akhirnya buka suara.
Asisten Manajer Transaksi Energi PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani menjelaskan penyebab utama pemadaman adalah perbaikan pembangkit listrik.
Dalam keterangannya kepada awak media, Akhyar merinci jadwal pemulihan sistem kelistrikan Kalselteng:
1. Tanggal 30 Juli 2026: Satu pembangkit masuk sistem. Durasi padam turun dari 5 jam menjadi 3 jam.
2. Tanggal 5-6 Agustus 2026: Satu pembangkit lagi masuk. Mulai 6 Agustus diupayakan tidak ada pemadaman, namun masih status Siaga.
3. Tanggal 29 Agustus 2026: Pembangkit dari Asam-Asam masuk kembali.
4. Awal September 2026: Sistem kelistrikan Kalselteng diprediksi pulih sepenuhnya.
“Saat ini memang hampir sama antara jumlah pembangkit yang ada dengan kebutuhan masyarakat. Kondisi masih siaga. Kalau sewaktu-waktu ada gangguan mungkin bisa padam, tapi jumlahnya tidak semasif sekarang,” ujar Akhyar.
Ia menyebut total defisit daya untuk sistem Kalselteng mencapai sekitar 170 Mega Watt (MW), dengan kuota padam untuk Banjarmasin sendiri sekitar 30 MW.
Pernyataan ini menjawab keluhan warga dan peternak di Kalimantan Tengah dan Selatan yang dalam beberapa hari terakhir mengalami pemadaman berulang.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan peternak di Jl. A. Yani Palangka Raya melakukan aksi protes dengan membuang bangkai ayam di depan kantor PLN. Ribuan ayam di kandang close house dilaporkan mati lemas diduga akibat mati listrik yang membuat blower mati.
Dengan jadwal perbaikan ini, PLN meminta maaf atas ketidaknyamanan dan meminta masyarakat bersabar hingga awal September.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















