banner 130x650

Banjir Murung Raya: 2.814 KK Mengungsi, Pemkab Dirikan Posko Darurat

Banjir Murung Raya
Foto : Luapan Sungai Barito akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak sepekan terakhir membuat 42 desa dari empat kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah terendam

Sebanyak 42 desa di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Barito sejak 22 Agustus 2025 lalu.

Berdasarkan laporan BPBD Murung Raya, banjir terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut.

Kepala BPBD Murung Raya, Herianto, menjelaskan bahwa banjir melanda enam kecamatan, yakni Murung, Laung Tuhup, Tanah Siang, Tanah Siang Selatan, Permata Intan, dan Uut Murung.

“Dari data sementara, ada 2.814 kepala keluarga terdampak dengan total lebih dari 9.000 jiwa. Saat ini kami fokus pada evakuasi warga rentan dan distribusi bantuan darurat,” katanya pada Kamis, 25 September 2025.

Menurut Herianto, pihaknya telah menyiagakan posko darurat di Puruk Cahu serta beberapa titik strategis di kecamatan terdampak.

Bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya mulai didistribusikan.

BACA JUGA :  Pemkab Murung Raya Perkuat Langkah Antisipasi Inflasi Melalui Rakor Virtual Bersama Kemendagri
Murung Raya
Foto : Sungai Barito meluap dan mengakibatkan pemukiman terendam

“Kami juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Dinas Sosial agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Murung Raya, Siti Nurhayati, menegaskan pihaknya menurunkan tim untuk memastikan kebutuhan dasar warga di pos pengungsian terpenuhi.

“Kami sudah mendirikan dapur umum di tiga titik, termasuk di Desa Bahitom dan Puruk Cahu. Fokus kami memastikan makanan, selimut, dan obat-obatan bisa segera diterima warga terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Kalimantan Tengah dalam keterangannya memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Murung Raya hingga 23 September 2025.

“Curah hujan tinggi berpotensi memperparah kondisi banjir terutama di daerah aliran Sungai Barito. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” demikian pernyataan resmi BMKG yang dirilis pada Senin (22/9).

BACA JUGA :  Pemkab Murung Raya dan UMBJM Bersinergi Ciptakan SDM Unggul

Bupati Murung Raya, Heriyus M. Yoseph, menyampaikan apresiasi terhadap kerja cepat tim penanganan bencana. Ia meminta seluruh perangkat daerah bersinergi membantu masyarakat terdampak.

“Bencana ini harus kita hadapi bersama. Saya instruksikan agar pelayanan kesehatan, logistik, dan keamanan bagi warga diutamakan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, air di beberapa titik masih bertahan setinggi 50–150 cm. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif, sembari menunggu perkembangan kondisi cuaca di wilayah Murung Raya dan sekitarnya.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca