Camat Mentaya Hilir Utara menginginkan masyarakat dan generasi mampu menggunakan bahasa asli Sampit dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dilakukan agar bahasa asli Ibu Kota Kabupaten bermotto Habaring Hurung ini tidak luntur.
Muslih, SP., M.A.P Camat Mentaya Hilir Utara mengungkapkan dengan penerapan bahasa Dayak Sampit kepada seluruh anak muda yang mudah menyerap, mengingat dan meniru akan menjadi metode pelestarian bahasa daerah.
“Sekarang ini penggunaan bahasa Sampit sudah jarang saya dengar. Apalagi anak muda kita saat ini, banyak yang tidak bisa. Hal ini jangan sampai membuat warga Mentaya Hilir Utara yang dominan penduduk asli tidak mengajari kepada anaknya,” kata Muslih kepada MentayaNet.com pada Kamis, 19 Januari 2023.
Dirinya sangat prihatin atas mulai lunturnya bahasa daerah ini. Hadirnya modern zaman dinilai membuat generasi muda lebih bangga menggunakan bahasa asing dibandingkan ‘Bahasa Ibu’.
Baca Juga :
Camat MHU Salut Mahasiswa KKN UMSA Ikut Andil Panen 166KG Ikan Patin di Desa Bagendang Hulu
Saat di konfirmasi awak media MentayaNet.com, Ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di Mentaya Hilir Utara dan sekitarnya meminta sedari dini agar bisa melestarikannya.
“Boleh bangga anak-anak kita pintar bahasa asing seperti Jepang, Korea, Inggris dan lainnya, tapi bahasa daerah harus nomor satu,” ujarnya.
Oleh sebab itu, pentingnya penggunaan bahasa daerah itu dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga anak atau generasi muda juga bisa menerapkannya.
Dengan begitu, bahasa tersebut akan tetap ada tidak tergerus oleh zaman. Menurutnya, Bahasa Sampit seharusnya bisa menjadi kebanggaan masyarakat.
“Tetap bangga dengan bahasa dan kebudayaan kita. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?!,” tegasnya.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Respon (2)
Komentar ditutup.