banner 130x650

Jalan Poros Desa Terantang Babak Belur, PBS Dinilai Tutup Telinga !

Desa terantang
Foto : Dadang Siswanto - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim

Jajaran DPRD Kotim, Kalimantan Tengah mengingkan para dunia usaha memperhatikan pada kerusakan jalan poros di Desa Terantang, Kecamatan Seranau. Hal ini disoroti sangat detail karena jalan itu mengalami kerusakan sangat parah hingga tak dapat dilalui.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto menyebutkan jalan poros Desa Terantang sudah sangat lama tak tersentuh terutama dari dunia usaha. Dari beberapa kali pihaknya lakukan tinjau lapangan belum dilakukannya perbaikan oleh Pemerintah setempat.

Dirinya mendorong pemerintah daerah melalui instansi terkait guna melakukan perbaikan prioritas dan menggandeng beberapa Perusahaan Besar Swasta (PBS) untuk gotong – royong memperbaiki jalan tersebut.

“Padahal secara geografis ya, kawasan itu dikelilingi oleh Perusahaan Besar Swasta. Ada 2 PBS yakni RMU dan HSL. Kita harap perusahaan ini dapat peduli mengingat jalan juga dilalui kendaraan yang hilir mudik,” ucap Dadang kepada MentayaNet.com pada Rabu, 16 Mei 2023.

BACA JUGA :  Akhirnya! DPRD Kotim Besok Gelar RDP Pungutan Liar PPDB Sekolah

Ia menjelaskan bahwa dengan kehadiran investor seharusnya menjadi salah satu tonggak kemajuan daerah, sehingga adanya Perusahaan yang berwilayah di Desa Terantang, Kecamatan Seranau dapat turut andil membantu.

Baca Juga :

Komisi I DPRD Kotim Geram, Plt DAD Kotim Selama Ini Tak Disosialisasikan !

“Hadirnya perusahaan ini berdampak dalam membantu masyarakat. Tidak hanya untuk provit atau keuntungan semata, tetapi juga mensejahterakan masyarakat khususnya di wilayah tersebut. Lewat perbaikan unsur jalan menjadi salah satu caranya,” tegas Dadang.

BACA JUGA :  DPRD Kotim Perlu Peran Pemda Mempertahankan Sosial Budaya Lokal Daerah

Sementara itu, Dadang menegaskan kehadiran para investor dan Perusahaan Besar Swasta dapat membuat hubungan bersama masyarakat setempat lebih baik. Selama ini yang diketahui banyak Perusahaan mengalami konflik dari sengketa ataupun pembagian lahan plasma.

“Semoga ini dapat menjadi cerminan untuk seluruh PBS, tidak hanya di Desa Terantang saja. Kepedulian pihak perusahaan lebih tinggi terutamanya bantuan itu dapat disalurkan melalui program sosial perusahaan atau Corporate Social Responbility,” tukasnya.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca