banner 130x650

Kecewa! Anggota Dewan Bak Hantu, Aspirasi Warga Kian Diabaikan

Anggota Dewan
Photo : Kursi anggota dewan kosong

Kebiasaan baru anggota dewan di DPRD Kotim membuat warga sulit menemui mereka di gedung tersebut, salah satunya adalah kantor lembaga ini kerap ditemukan kosong saat jam-jam kerja. Beberapa warga mengaku kecewa dengan hal itu.

Anggota dewan itu membuat warga geram dan ingin menemui wakilnya untuk menyampaikan aspirasi hingga pengaduan kepada komisi yang membidangi urusan itu.

“Saya berapa kali ke DPRD kalau hari kamis-jumat orangnya sudah kosong dan berangkat dinas luar,” kata Zulkifli yang merupakan warga kota Sampit.

Dia mengaku sudah 3 kali ini sejak tahun 2022 lalu ingin menemui DPRD tersebut. Namun selalu kosong bahkan staf yang ada di komisi pun tidak ada di tempat dengan informasi mendampingi perjalanan dinas ke luar daerah.

Baca Juga :

Ketua DPRD Kotim Berikan Apresiasi Luar Biasa HUT Kotim Meriah

“Jangan harap bisa ketemu dan ada orangnya kalau lewat dari senin selasa mereka semua tidak ada dikantor, ” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pemkab Kotim Diminta Perhatikan Agenda Tahunan Budaya Lokal

Ia menjelaskan, harusnya jangan habis berangkat semua dan perlu dipertanyakan apakah urgensi mereka berangkat semua ada timbal baliknya kepada daerah ini setelah pulang.

Sementara itu perjalanan dinas wakil rakyat ini turut dikritik mahasiswa setempat, Abdul Hadi. Mereka menilai anggaran untuk perjalanan dinas wakil rakyat ini harus diimbangi dengan hasil dan timbal balik untuk daerah.

Baca Juga :

Ketua DPRD Kotim : Mall Pelayanan Publik Barometer Ekonomi Kalteng

“Yang perlu dipertanyakan ini adalah apa hasil dari perjalanan dinas ini, saya dengar kegiatannya ke kota-kota di Indonesia dengan alasan kaji banding, kaji tiru dan lain sebagainya. Tapi sekembali ke Kotim apa itu bisa diimplementasikan, jujur sampai hari ini saya belum melihat itu,” ungkap Abdul.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Kotim, Berharap Pemerintah Segera Melunasi Tunggakan TPP ASN

Dia juga menyebutkan anggaran perjalanan dinas ini harus dibuka ke publik. Apalagi zaman digitalisasi ini tentunya semua bisa diakses secara elektronik.

“Saya justru aneh kalau zaman digital ini kok masih saja dengan kegiatan-kegiatan konvensional, padahal semuanya bisa diakses dengan internet dan pola yang lebih efektif dan efisien, ” pungkasnya.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca