banner 130x650

Komisi I DPRD Kotim Tolak Tegas Penyimpangan LGBT di Sampit

Narkoba
Foto : H. Ardiansyah - Sekretaris Komisi I DPRD Kotim

Jajaran DPRD Kotim menyoroti mulai maraknya isu-isu perkumpulan lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual, (LGBT) untuk menunjukkan gabungan dari kalangan minoritas dalam halnya seksualitas di Kalimantan Tengah dinilai perlu terus diwaspadai. 

Sekretaris Komisi I DPRD Kotim, H. Ardiansyah menungkapkan sangat khawatir di Kabupaten Kotawaringin Timur dimana selain pergaulan bebas, para kaum LGBT ini juga sudah mulai terlihat terang-terangan menunjukan kaum minoritas mereka.

“Jangan sampai ada LGBT di daerah kita ini, aparat penegak hukum dan instansi yang berwenang harus menindak tegas mereka, kalau tidak bisa diayomi ya suka tidak suka harus di tindak, supaya tidak semakin menyebar dan jumlah mereka semakin banyak,” ungkap Ardiansyah pada Rabu, 19 Oktober 2022.

BACA JUGA :  Kapan Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Operasikan ?
dprd kotim
Photo : Ilustrasi gambar terkait LGBT

Legislator PAN ini juga menekankan agar warga masyarakat di Kotim ini terus mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjangkit dengan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh kaum LGBT tersebut.

“Setiap orang tua atau perwakilan keluarga wajib memberikan pengawasan, kontrol terhadap setiap anggota keluarganya masing-masing, karena sekali terperangkap LGBT ini maka sulit untuk di hentikan, fakta bicara demikian, kita lihat yang mana seharusnya LGBT ini tidak ada namun masih berkembang biak di mana-mana,” timpalnya.

Baca Juga :

Komisi III DPRD Kotim Minta Sektor Olahraga Jadi Perhatian Serius

Disisi lain dia juga berharap agar jajaran Satpol PP selaku kepanjangan tangan pemerintah daerah meningkatkan pengawasan.

Kendati demikian dia menyarankan agar dalam penindakan dilapangan polisi penegak perda itu berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memberantas LGBT tersebut.

BACA JUGA :  Fraksi Partai Demokrat Beri Tanggapan Tegas Perihal Ranperda Penyertaan Modal BUMD

“Jangan biarkan mereka (LGBT) ini mempunyai ruang gerak di Kotim ini, kita tidak mau nama baik daerah ini dirusak oleh kaum-kaum LGBT yang kita ketahui hanya akan merusak citra daerah, tutup rapat-rapat pintu masuk bagi mereka, kalau pun ada perilaku menyimpang cepat di tindak dan di berikan pemahaman,” tutupnya.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Respon (1)

Komentar ditutup.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca