Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatan dilakukan mulai dari ketepatan sasaran penerima manfaat, optimalisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berjalan, hingga peningkatan standar layanan di setiap titik distribusi.
Langkah ini diambil agar setiap anggaran dan sumber daya yang dikucurkan pemerintah benar-benar kembali menjadi manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan gizi.
“Di balik setiap porsi makanan bergizi, ada harapan yang sedang dijaga. Anak-anak mendapatkan asupan yang lebih baik, layanan gizi dibuat lebih merata, dan kualitas pelaksanaan program terus diperbaiki dari waktu ke waktu,” tulis BGN dalam unggahan resminya, Rabu 4 Juni 2026.
BGN menekankan, program berskala nasional seperti MBG harus ditopang tata kelola yang kuat. Hal itu penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal jangka panjang bagi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak Indonesia.
3 Fokus Penguatan Tata Kelola MBG
1. Ketepatan Sasaran: Pendataan penerima manfaat diperbaiki agar bantuan gizi tepat jatuh ke anak yang benar-benar membutuhkan, sesuai data dari sekolah dan dinas terkait.
2. Optimalisasi Dapur SPPG: Dapur-dapur MBG yang sudah beroperasi dievaluasi. Tujuannya meningkatkan efisiensi produksi, menjaga higienitas, dan memastikan standar gizi setiap porsi terpenuhi.
3. Peningkatan Standar Layanan: Setiap SPPG didorong menerapkan SOP layanan yang seragam. Mulai dari proses memasak, distribusi, sampai edukasi gizi ke siswa agar manfaatnya maksimal.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk menurunkan stunting dan meningkatkan kualitas SDM. Dengan penguatan tata kelola ini, BGN menargetkan pelaksanaan MBG di lapangan semakin akuntabel dan berdampak nyata.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















