banner 130x650

Karhutla Tumbang Nusa Tak Kunjung Padam, Helikopter Water Bombing Dikerahkan 31,5 Hektare Gambut Hangus

Karhutla
Foto: Helikopter BNPB melakukan water bombing di atas Sungai Kahayan, kawasan Tumbang Nusa, Senin (29/7). Asap tebal masih terlihat membubung. / Dok. Warga

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau yang berbatasan langsung dengan Kota Palangka Raya, hingga minggu (27/7/2026) belum sepenuhnya padam.

Asap tebal masih membumbung tinggi seperti yang terlihat dalam foto kiriman warga hari ini Senin (28/07/2026). Untuk mempercepat pemadaman, tim gabungan mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pembasahan dari udara, menyusul sulitnya pemadaman manual di lahan gambut.

Berdasarkan data BPBD Kalteng dan Polda Kalteng, luas lahan yang terbakar di Tumbang Nusa sudah mencapai 31,5 hektare. Api sulit dikendalikan karena karakteristik gambut.

“Personel kami diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pembasahan agar api tidak kembali menyala dan meluas,” kata Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol Viddy Dasmasela mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Minggu (12/7/2026) lalu.

BACA JUGA :  Sketsa Hutan Kalimantan Antar Risti Pulang Pisau Sabet Juara 2 Nasional, “Alam Kita Mulai Terancam"

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i bahkan turun langsung ke lokasi pada Senin (13/7/2026) untuk memimpin pemadaman.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, meskipun kebakaran di lahan gambut ini kalau kita padamkan di bagian atas, tetapi di bagian bawahnya api masih menyala sehingga berpotensi kembali terbakar,” ujar Kapolda.

Petugas Damkar di lapangan menyebut kebakaran di Tumbang Nusa sudah berlangsung lebih dari 7 hari. Seluruh stakeholder sudah melakukan upaya, namun bara api menyimpan di bawah permukaan gambut.

BACA JUGA :  Sketsa Hutan Kalimantan Antar Risti Pulang Pisau Sabet Juara 2 Nasional, “Alam Kita Mulai Terancam"

“Kebakaran sulit dipadamkan karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Petugas hanya mampu memadamkan api di permukaan,” ungkap salah satu petugas.

Hingga pertengahan Juni 2026, BPBD Kalteng mencatat sudah ada 516 kejadian bencana, 323 diantaranya adalah karhutla dengan luas 456,78 hektare, dan Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan kejadian tertinggi yakni 144 kejadian.

Polda Kalteng mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci mencegah karhutla,” tegasnya.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca