KALIMANTAN TENGAH — Estafet kepemimpinan berganti, arah organisasi kembali ditata. Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (DPD ASPPHAMI) Kalimantan Tengah menggelar Sosialisasi Perusahaan Pest Control dan Fumigasi yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) I periode 2026–2031.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus membuka lembaran baru perjalanan ASPPHAMI Kalimantan Tengah. Di tengah tuntutan industri pengendalian hama yang terus berkembang, profesionalisme, kompetensi, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi pijakan yang tidak dapat diabaikan.
Sesi sosialisasi menghadirkan materi mengenai perlakuan fumigasi yang disampaikan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Tengah. Sementara itu, Dinas Kesehatan memberikan pemahaman mengenai vektor dan perizinan perusahaan.

Materi tersebut tidak sekadar menjadi transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa layanan pengendalian hama berkaitan erat dengan kesehatan, keselamatan, dan kepentingan masyarakat. Karena itu, setiap perusahaan dituntut bekerja dengan standar, kompetensi, dan tanggung jawab.
Ketua Umum DPP ASPPHAMI Indonesia, Ir. Zulkirman, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan organisasi dan profesionalisme perusahaan pengendalian hama dan fumigasi.
“ASPPHAMI harus menjadi wadah bersama untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan anggota. Penguatan organisasi di daerah menjadi bagian penting untuk membawa industri pengendalian hama Indonesia semakin maju,” ujar Zulkirman pada Senin, 24 Agustus 2026.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara asosiasi, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, tantangan industri ke depan membutuhkan organisasi yang mampu beradaptasi sekaligus menjaga standar profesionalisme.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, perusahaan, dan asosiasi harus memiliki langkah yang searah agar industri ini berkembang secara sehat dan profesional,” katanya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi bersama mitra, PT Biotek Saranatama, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kolaborasi dalam mendukung perkembangan sektor pengendalian hama dan fumigasi.
Dari ruang sosialisasi, agenda kemudian berlanjut ke forum Musyawarah Daerah I. Di sinilah arah organisasi untuk lima tahun ke depan mulai ditentukan.
Musda bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Ia menjadi ruang untuk menyatukan langkah, merawat kesinambungan, sekaligus menyiapkan arah baru bagi organisasi.
Setelah melalui proses musyawarah, Nasir Lahasan dipercaya menjadi Ketua DPD ASPPHAMI Kalimantan Tengah periode 2026–2031. Ia menggantikan Ronaldi Adam Tiloli yang sebelumnya memimpin ASPPHAMI Kalimantan Tengah.
Ronaldi Adam Tiloli menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika dan regenerasi organisasi. Baginya, berakhirnya satu periode kepemimpinan bukan berarti berakhirnya pengabdian terhadap organisasi.
“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana apa yang sudah dibangun dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepengurusan berikutnya,” ujar Ronaldi.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa ASPPHAMI Kalimantan Tengah semakin solid dan memiliki peran yang lebih besar dalam pengembangan industri pest control dan fumigasi.
“Saya berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan hal-hal baik yang sudah berjalan, melakukan evaluasi terhadap kekurangan, dan membawa ASPPHAMI Kalteng menjadi organisasi yang semakin kuat,” katanya.
Sementara bagi Nasir Lahasan, kepercayaan yang diberikan melalui Musda merupakan amanah yang harus dijalankan bersama. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh anggota.
“Ini bukan sekadar kepercayaan kepada saya sebagai ketua, tetapi amanah yang harus kita jalankan bersama. ASPPHAMI Kalteng adalah milik seluruh anggota, sehingga kemajuan organisasi juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Nasir.

Nasir juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kompetensi anggota, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami ingin ASPPHAMI Kalteng semakin solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota. Ke depan, kami akan mendorong peningkatan kompetensi serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak,” katanya.
Prosesi penyerahan bendera ASPPHAMI Kalimantan Tengah menjadi salah satu simbol penting dalam Musda tersebut. Bendera bukan sekadar lambang organisasi, melainkan representasi dari amanah yang kini berpindah tangan dan tanggung jawab yang harus dijaga.
Dari Ronaldi kepada Nasir, estafet itu berpindah. Namun, semangat untuk membesarkan organisasi tetap menjadi benang merah yang menghubungkan keduanya.
Musda I ASPPHAMI Kalimantan Tengah periode 2026–2031 pun menjadi titik awal bagi perjalanan baru. Tantangan ke depan tentu tidak ringan, tetapi organisasi yang memiliki fondasi kuat, kepemimpinan yang terbuka, serta anggota yang kompeten akan memiliki pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Kini, ASPPHAMI Kalimantan Tengah berada di bawah nahkoda baru. Nasir Lahasan membawa amanah untuk mengarahkan kapal organisasi menuju perairan yang lebih luas—memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas layanan, dan membangun kolaborasi agar industri pengendalian hama dan fumigasi di Kalimantan Tengah semakin profesional, tertata, dan berdaya saing.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















