Anggota DPRD Kalimantan Tengah Abdul Hafid menyerap sedikitnya 7 aspirasi warga Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur dalam kegiatan reses, Senin (24/8/2026).
Tujuh usulan prioritas warga itu meliputi: bantuan bibit ikan, peningkatan Jalan Batanggang, peningkatan jembatan di Jalan Swadaya, pengadaan perlengkapan pemadam kebakaran, pembangunan titik-titik sumur bor untuk antisipasi karhutla, perluasan jaringan pipa PDAM, serta penyediaan sarana air bersih.
Karhutla dan Air Bersih Jadi Sorotan Utama
Dari 7 aspirasi tersebut, dua hal yang paling mendesak adalah kesiapsiagaan karhutla dan air bersih.
Warga meminta pemerintah menyediakan peralatan pemadam seperti selang, alkon, sepatu boot dan APD agar masyarakat bisa melakukan penanganan awal. Selain itu, pembangunan sumur bor juga dinilai penting untuk menjamin sumber air saat musim kemarau dan rawan kebakaran.
“Penanganan akan jauh lebih efektif apabila desa mempunyai peralatan dan sumber air yang memadai. Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus diperkuat dari tingkat desa,” kata Abdul Hafid.
Persoalan air bersih juga jadi keluhan. Warga berharap perluasan jaringan PDAM segera menyasar wilayah Telaga Baru yang belum terlayani.
“Akses air bersih bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Warga juga mendesak perbaikan Jalan Batanggang dan jembatan di Jalan Swadaya. Menurut Abdul Hafid, infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas dan distribusi hasil usaha warga.
Sementara untuk bantuan bibit ikan, ia menekankan agar penyalurannya tepat sasaran dan disertai pembinaan.
“Program pemberdayaan harus menghasilkan nilai ekonomi. Bantuan harus tepat sasaran, kelompoknya jelas dan ada keberlanjutan,” tegasnya.
Reses Harus Berujung Program
Abdul Hafid menegaskan reses bukan hanya untuk menampung usulan. Ia akan memetakan kewenangan mana yang menjadi urusan Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat agar aspirasi warga bisa masuk dalam perencanaan dan penganggaran.
“Keberhasilan reses bukan diukur dari banyaknya usulan yang dicatat. Ukurannya adalah seberapa jauh aspirasi itu dapat diperjuangkan, dikawal dan akhirnya menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Reses tersebut turut dihadiri Kepala Desa Telaga Baru Nur Firmansyah, BPD, LPMD, para RT dan masyarakat. Hadir juga Anggota DPRD Kotim Dapil I Mentawa Baru Ketapang, M Kurniawan Anwar.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















