Nasib 140 anak didik Taman Kanak-Kanak dan Taman Pendidikan Al-Quran (TK-TPA) Masjid Wahyu Al Hadi Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih menggantung.
Proyek gedung TK-TPA yang seharusnya menjadi tempat belajar mereka kini terbengkalai bertahun-tahun. Yang tersisa hanya tumpukan pondasi dan besi-besi berkarat di tengah lahan kosong yang dipenuhi rumput liar, semak belukar, dan tumpukan ban bekas.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga. Proyek yang menggunakan dana negara itu dinilai mubazir karena tidak kunjung selesai dan belum bisa difungsikan.
Saat ini, 140 anak didik TK-TPA Wahyu Al Hadi terpaksa melakukan kegiatan belajar di Aula Islamic Center lantai 2 Gedung Masjid Wahyu Al-Hadi. Kondisi ini tentu tidak ideal untuk kegiatan belajar mengajar anak-anak.
“TK-TPA Wahyu Al Hadi sudah ada 140 anak didik yang melakukan kegiatan belajar di Aula Islamic Center Tingkat 2 Gedung Masjid Wahyu Al-Hadi,” ujar warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.
Warga berharap pemerintah segera memberi kepastian terkait kelanjutan proyek tersebut.
“Ini sudah berapa lama mangkrak seperti ini. Uang negara terbuang percuma, pondasi dan tiang sia-sia. Padahal anak-anak di kota makin menumpuk,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya menyoroti dampak lingkungan dan mendesak agar proyek segera dilanjutkan.
“Kalau malam gelap, semak-semaknya tinggi. Takutnya jadi tempat yang tidak-tidak. Lebih baik segera dilanjutkan TK-TPA karena 140 anak menunggu, perlu tempat belajar Al-Quran yang memadai di lingkungan Masjid Wahyu Al Hadi Islamic Center Kotim,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kelanjutan proyek TK-TPA Wahyu Al Hadi.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















