Suhu politik Kalimantan Tengah mendadak memanas! Dua tahun jelang Pilgub, Forum Warga Kalteng Se-Jabodetabek membocorkan peta bursa 6 poros Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2029. Sinyal awal kompetisi paling panas di Bumi Tambun Bungai resmi dimulai.
Tak main-main, nama-nama besar dengan kekuatan elektoral dan rekam jejak di 14 Kabupaten/Kota masuk dalam bursa yang dihimpun warga rantau Kalteng di Jabodetabek ini.
Ketua Forum Warga Kalteng Se-Jabodetabek H Masliansyah menyebut, dinamika yang terjadi saat ini menjadi gambaran betapa melimpahnya potensi pemimpin Kalteng yang siap diuji publik sejak dini.
Inilah 6 Poros Cagub-Cawagub Kalteng 2029:
1. AGUSTIAR SABRAN – WIYATNO
Pasangan petahana dengan kekuatan politik teruji.
2. FAIRID NAPARIN – M. SYAUQY
Kombinasi pemimpin Kota Palangka Raya dan tokoh muda potensial.
3. SHALAHUDDIN – ERLIN HARDI
Duets birokrat senior dan mantan kepala daerah yang berpengalaman.
4. PERDIE M. YOSEPH – SIGIT K. YUNIANT0
Poros yang disebut-sebut paling mengejutkan, gabungan mantan Bupati Murung Raya dan mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya. Dan Sekarang Sigit K Yunianto sebagai anggota DPR RI fraksi PDI-P
5. JAYA S. MONONG – RAHMANTO MUHIDIN
Pasangan yang membawa kekuatan akar rumput Gunung Mas dan Kabupaten Murung Raya.
6. RIBAN SATIA – NADALSYAH
Duet dua mantan bupati besar, Riban Satia Mantan Walikota Palangka Raya dan Nadalsyah mantan Bupati Barito Utara yang punya basis massa kuat.
Tak hanya 6 poros tersebut, forum juga menyoroti munculnya Yulistira Ivo Sugianto Sabran sebagai representasi figur perempuan. Kehadirannya dinilai memberi warna penting bagi inklusivitas politik dan keterwakilan perempuan di Pilgub Kalteng 2029.
“Deretan nama ini membuktikan bahwa potensi kepemimpinan daerah sangat melimpah dan siap diuji oleh publik sejak dini. Ini bukan sekadar wacana, tapi aspirasi nyata warga rantau yang peduli Kalteng,” tegas H Masliansyah, KetuaForum Warga Kalteng Se-Jabodetabek, Senin (05/10/2026).
Forum menegaskan, meski pemetaan ini masih sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu, partai politik sepatutnya menjadikan aspirasi ini sebagai bahan rujukan awal dalam menjaring calon.
Pesan keras juga disampaikan, persaingan kelak wajib bermuara pada adu gagasan untuk kemajuan 14 Kabupaten/Kota, bukan adu kekuatan yang memecah belah. Semua harus tetap berada dibawah naungan filosofi luhur HUMA BETANG, persatuan dalam keberagaman.
Lantas, poros mana yang paling kuat dan akan mendapat restu partai? Publik Kalteng kini menanti.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















