Upaya peningkatan akses infrastruktur bagi masyarakat di wilayah Desa Merah, Kecamatan Tualan Hulu, mulai menunjukkan titik terang. Pengerjaan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter yang selama bertahun-tahun menjadi langganan genangan air kini dikebut melalui kolaborasi sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Program yang resmi dimulai pada 16 Februari 2026 berdasarkan kesepakatan dalam berita acara bersama itu ditargetkan sudah dapat digunakan masyarakat sebelum Lebaran, meski sempat tertunda satu hari akibat libur tanggal merah dan kembali dilanjutkan pada Rabu berikutnya.
Selama ini, ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju kantor kecamatan, puskesmas, serta permukiman warga tersebut kerap terendam hingga kedalaman sekitar 1,3 meter setiap musim hujan.
Kondisi itu tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi pelayanan dasar, terutama akses kesehatan dan administrasi pemerintahan.

Melalui kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak perusahaan, badan jalan kemudian ditinggikan hingga mencapai 1,5 meter sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir musiman yang telah terjadi sejak awal berdirinya desa.
Tahap awal pekerjaan difokuskan pada penimbunan badan jalan hingga mencapai elevasi yang direncanakan. Setelah penimbunan dinyatakan selesai dan struktur tanah dinilai stabil, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan tiga titik gorong-gorong berbahan HDPE yang masing-masing ditangani perusahaan berbeda dalam konsorsium.
Tahap berikutnya, setelah kondisi jalan benar-benar paten dan merata, akan dilakukan pemasangan siring serta koordinasi lanjutan seluruh perusahaan guna memastikan keberlanjutan kualitas infrastruktur tersebut.
Anggota Komisi V DPRD Kotawaringin Timur, Andi Lala, menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan tindak lanjut nyata dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Musrenbang pada 2 Februari 2026 dan kegiatan reses lanjutan pada 11 Februari 2026 di Desa Merah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rimbun selaku Ketua DPRD Kotawaringin Timur, bersama M Abadi, H Sahid, Seto Hadi, serta Hendra Sia selaku perwakilan dari Komisi I DPRD Kotim.
Menurut Andi Lala, langkah percepatan dilakukan karena jalan tersebut memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat.
“Prosesnya sudah mulai sejak 16 Februari sesuai kesepakatan dalam berita acara. Target kami sebelum Lebaran jalan ini sudah bisa dipakai, sehingga pengerjaan harus dipercepat. Program konsorsium antarperusahaan ini diharapkan bisa menjadi contoh di wilayah lain, karena akses sepanjang 500 meter ini menyangkut layanan kesehatan, pemerintahan, dan aktivitas warga sehari-hari,” ujar Andi Lala kepada media MentayaNet.com pada Kamis, 19 Februari 2026.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan perusahaan tidak terbatas pada wilayah sekitar Desa Merah saja, tetapi mencakup seluruh perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Tualan Hulu, termasuk kawasan Desa Luwuk Sampun.
Hal itu dilakukan karena status jalan tersebut merupakan jalan kecamatan yang menjadi wajah kawasan pemerintahan setempat.

“Ini bukan sekadar jalan desa. Karena itu semua perusahaan di Tualan Hulu ikut berkontribusi agar masyarakat mendapatkan akses yang layak dan pelayanan publik dapat berjalan lebih baik,” tegasnya.
Bagi warga, pembangunan ini bukan hanya soal perbaikan fisik jalan, melainkan harapan baru terhadap kemudahan hidup sehari-hari—mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah tanpa harus melewati genangan, pasien yang bisa menuju puskesmas dengan lebih cepat, hingga aktivitas ekonomi yang kembali bergerak tanpa hambatan musim hujan.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan dunia usaha pun menjadi gambaran bahwa persoalan lama di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui kebersamaan dan kepedulian.
“Dengan percepatan yang terus dilakukan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar jalan tersebut benar-benar dapat difungsikan sebelum Lebaran,” tegas Andi Lala.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, pembangunan ini menjadi simbol hadirnya perhatian negara dan kepedulian bersama terhadap kebutuhan dasar warga di pelosok daerah.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















