banner 130x650

Diduga Akibat Mati Listrik, Peternak di Palangka Raya Buang Ratusan Bangkai Ayam di Depan Kantor PLN

Diduga Mati Listrik

Aksi protes peternak ayam di Jalan A. Yani Palangka Raya berujung pembuangan ratusan bangkai ayam di depan Kantor PLN, Rabu (29/07/2026).

Aksi ini merupakan hari kedua demonstrasi yang dilakukan para peternak. Mereka mengaku kecewa karena ribuan ayam mereka mati *diduga akibat mati listrik* yang terjadi berulang dan dalam durasi lama.

Dalam video yang beredar, terlihat ratusan bangkai ayam broiler dicecer di sepanjang trotoar hingga ke badan jalan. Seorang pria menurunkan bangkai ayam dari mobil pikap dan melemparkannya ke depan gerbang kantor PLN hingga menggunung dan berserakan.

Akibat kejadian tersebut, bau menyengat menyebar di sekitar lokasi. Puluhan personel kepolisian terlihat berjaga ketat dan mengenakan masker untuk mengamankan jalannya aksi.

Menurut keterangan koordinator aksi, kematian ribuan ayam tersebut diduga akibat matinya listrik yang membuat blower dan sistem sirkulasi udara di kandang ayam sistem tertutup (close house) tidak berfungsi.

BACA JUGA :  Warga Perumahan Hagia Sofia Palangkaraya Dibegal, Kalung 30 Gram Dirampas

“Ayam mati lemas kepanasan karena blower mati. Kalau listrik mati, ayam tidak ada oksigen. Kerugian kami ratusan juta rupiah,” ujar salah satu peternak di lokasi.

Para peternak mengklaim pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga mereka tidak sempat menyiapkan genset cadangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN UID Kaltengsel belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab dugaan pemadaman maupun tuntutan ganti rugi yang dilayangkan peternak.

BACA JUGA :  BBM Langka, Antrean Mengular di SPBU Kalteng, PWI Kalteng Semprot Pertamina “Stop Klaim Stok Aman!"

Massa aksi meminta PLN bertanggung jawab dan memberikan jaminan pasokan listrik yang stabil, khususnya untuk kawasan peternakan dan industri yang sangat bergantung pada listrik.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca