banner 130x650

Idul Adha, Makna Kurban, Kebersamaan, dan Kepedulian Sosial

Idul Adha atau Lebaran Haji, Makna Berkurban

Idul Adha atau Lebaran Haji adalah salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Tahun 2026, Idul Adha 1447 H jatuh pada 27 Mei. Hari raya ini dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan unta.

Makna di Balik Idul Adha

Idul Adha atau Lebaran Haji mengenang kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Ketaatan Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah untuk menyembelih putranya menjadi simbol kepasrahan, keikhlasan, dan ketaqwaan. Pada saat terakhir, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Dari kisah ini lahir syariat kurban. Bukan sekadar menyembelih hewan, kurban adalah bentuk pengorbanan diri, menahan ego, dan berbagi rezeki kepada sesama.

Rangkaian Ibadah

Pagi hari umat Islam melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah di masjid atau lapangan. Setelahnya dilanjutkan khutbah yang biasanya mengangkat tema keikhlasan, solidaritas, dan kepedulian sosial.

BACA JUGA :  MentayaNet Berbagi Qurban 2023, Penuh Kejutan dan Keberkahan

Bagi yang mampu, ibadah kurban dilaksanakan setelah sholat. Daging kurban dibagi menjadi tiga bagian: untuk yang berkurban, keluarga, dan fakir miskin. Prinsipnya adalah pemerataan, agar semua orang bisa merasakan kebahagiaan di hari raya.

Idul Adha di Indonesia 2026 di berbagai daerah, Idul Adha diisi dengan kegiatan gotong royong. Pemerintah daerah, ormas, instansi, dan masyarakat bahu-membahu mengumpulkan hewan kurban lalu menyalurkannya ke desa, panti asuhan, hingga kelompok yang kurang mampu.

Selain menjadi ibadah, kurban juga menjadi penguat solidaritas sosial. Di Kotawaringin Timur, misalnya, PSHT Kotim membagikan 990 paket daging kurban. Di Mandailing Natal, Pemkab menyalurkan 18 ekor hewan kurban ke desa-desa yang membutuhkan.

BACA JUGA :  Pemkab Madina Salurkan 18 Hewan Kurban ke Desa-Desa yang Membutuhkan

Pesan Idul Adha

Idul Adha mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya dinikmati sendiri, tapi juga dibagikan. Semangat gotong royong, kepedulian, dan keikhlasan yang tumbuh saat Idul Adha diharapkan terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, jauh setelah hari raya berlalu.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga kurban dan doa kita diterima, dan semangat berbagi terus menyala.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca