banner 130x650

Kajari Seruyan: Kasus IKM, Tidak Menutup Kemungkinan Akan Ada Tersangka Baru Lagi

Kajari

Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM), selain menilai adanya kerugian negera 2,5 Milyar Kejari Seruyan menetapkan dua orang tersangka dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Seruyan Gusti Hamdani, melalui Kasi Intelijen M Karyadi didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Raj Boby Caesar Fardenias mengatakan, penetapan tersangka baru ini merupakan hasil penyidikan dan pengembangan dari penetapan tersangka sebelumnya.

” Selain kontraktor dan terbaru PM Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Kadisperindagkop) dan UMKM Seruyan,” katanya, Senin 22 Januari 2024.

BACA JUGA :  Kejari Seruyan Sebut Proyek IKM Menyebabkan Kerugian Negara 2,5 Milyar

“Saat ini penyidikan masih terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi,” terangnya.

Kejari

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Seruyan, Gusti Hamdani, melalui Kasi Intelijen M Karyadi didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Raj Boby Caesar Fardenias mengatakan, penetapan tersangka baru ini (PM,Red) merupakan hasil penyidikan dan pengembangan.

Kejaksaan Negeri Seruyan (Kejari) Seruyan resmi melakukan penahanan terhadap kontraktor dan PM setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka disangka melanggar Pasal 2, 3 Jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

BACA JUGA :  Ngeri-Ngeri Sedap, Kejaksaan Negeri Geledah Barang Diskoperindag Seruyan

 


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca