banner 130x650

Petani Sawit di Kotim dan Seruyan Keluhkan Penjarahan Tandan Buah Segar Kian Marak !

Sawit
Foto : Ilustrasi kelapa sawit (Ist)

Pencurian buah sawit atau Tandan Buah Segar (TBS) semakin meresahkan masyarakat Seruyan dan Kotim Provinsi Kalimantan Tengah, mengakibatkan gangguan serius pada pendapatan petani setempat. 

Kerugian mencapai puluhan bahkan ratusan juta setiap bulan, termasuk kerusakan tanaman akibat buah sawit yang belum matang telah diambil.

JMT Pandiangan, seorang petani sawit di Desa Palantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, mengeluhkan pencurian yang terus meningkat selama tiga tahun terakhir.

Pencurian buah sawit tidak hanya terjadi di kebun perusahaan, tetapi juga merambah ke kebun milik masyarakat petani,” ujarnya seperti dikutip Jumat (1/12).

Pandiangan melaporkan bahwa jumlah TBS sawit yang dicuri mencapai 6 ton setiap bulan, dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Penjarahan ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak tanaman karena buah yang belum matang diambil.

BACA JUGA :  Luar Biasa, Bupati Seruyan Fasilitasi Deputi Kemenmarves RI Mediator Mediasi PT Tapian Nadenggan dan ADEPSI, ini Hasilnya

Akibat penjarahan ini, pendapatan petani semakin tergerus dan keberlanjutan produksi TBS sawit terancam. Pencuri yang merusak tanaman yang belum matang meninggalkan kerugian yang lebih besar. Meskipun pelaku pencurian pernah ditangkap, upaya tersebut tidak membuat mereka jera.

Afner Juliwarno, seorang tokoh pemuda dari Seruyan, mengungkapkan bahwa gerombolan pencuri sawit telah menjadi wabah, dengan ratusan bahkan ribuan orang terlibat dalam pencurian massal. Polisi pernah menangkap pelaku, tetapi sering membebaskan mereka atas permintaan perusahaan yang merasa terintimidasi.

Menurut Afner, para pencuri berasal dari wilayah luar kecamatan dan bahkan luar Kabupaten Seruyan. Mereka tidak berasal dari suku Dayak dan diduga melakukan tindakan kriminal bukan karena desakan ekonomi, melainkan diduga untuk konsumsi narkoba.

Afner mengkhawatirkan dampak pencurian ini terhadap keberlanjutan perkebunan sawit dan meminta penindakan tidak hanya terhadap para pencuri, tetapi juga terhadap penadah atau pengepul yang membeli TBS hasil curian. Dia mendesak polisi untuk menindak pengedar narkoba di wilayah Seruyan.

BACA JUGA :  Bupati Seruyan Yulhaidir Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan PT. Indra Wijaya Agung

JMT Pandiangan dan Afner bersama-sama menyerukan agar aparat hukum bertindak tegas terhadap aksi penjarahan buah sawit. Mereka meminta penindakan lebih serius terhadap pencurian yang melibatkan banyak orang dan terorganisir, serta menekankan perlunya mengatasi peran penadah atau pengepul dalam rantai kejahatan ini.

Karena itu, masyarakat dan petani meminta aksi tegas aparat hukum untuk melindungi perkebunan sawit dan pendapatan mereka dari ancaman pencurian yang semakin marak.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca