banner 130x650

Pria di Cempaga Hulu Tewas Bersimbah Darah, Diduga Cekcok Harta Warisan

pria
Foto : Ilustrasi dari kematian korban (ist)

Diduga cekcok dengan keponakan, seorang pria di Kotim ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumah saat hari pencoblosan Pemilu 2024, Rabu 14 Februari 2024 lalu.

Seorang pria di Kotim tersebut diduga ditusuk oleh keponakannya karena permasalahan warisan keluarga.

Personel Polsek Cempaga Hulu menerima laporan seorang pria tewas dalam kamar, kemudian menuju lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Setelah mengecek lokasi kejadian petugas mendapatkan fakta bahwa laporan tersebut memang benar.

Kapolres Kotim AKBP Sarpani melalui Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Aria Tanjung membenarkan hal tersebut.

“Setelah petugas sampai di TKP mendapati korban terluka parah karena ditusuk,” ungkap Tanjung.

BACA JUGA :  Pemkab Menjawab, Nasib Eks Tekon Hidup Diatas Hasil Evaluasi ?!

Tanjung mengatakan korban sempat di bawa ke puskesmas setempat oleh tim medis.

“Setelah tim medis membawa korban didapati korban telah meninggal dunia,” jelas Tanjung.

Diberitakan sebelumnya korban berinisial T diduga ditusuk oleh seorang pria yang merupakan keponakannya sendiri berinsial H.

Camat Cempaga Hulu, Gusti Mukafi mengatakan pemicu pelaku tega menghabisi nyawa pamannya sendiri adalah warisan.

“Belum jelas penyebabnya informasi yang diterima dari warga karena warisan,” beber Mukafi.

Mukafi membenarkan keduanya memiliki hubungan keluarga yaitu paman dan keponakan.

“Pelaku adalah keponakan dari korban, saat ini pelaku sudah diamankan kepolisian,” kata Mukafi.

BACA JUGA :  Waspadalah! Buang Sampah Sembarangan, Hukum Adat Bertindak

Tanjung menjelaskan hingga saat ini belum diketahui secara pasti motif pelaku menusuk pamannya sendiri hingga tewas, pihak kepolisian masih mendalami kasus penusukan ini.

“Motifnya masih belum bisa dipastikan, saat ini masih pendalaman kasus,” tukas Kapolsek Cempaga Hulu.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca