banner 130x650
1000x500

Rocky Gerung Diusir Mentah-mentah Oleh Mantan Rektor IAIN PalangkaRaya, Ada Apa ???

Rocky Gerung
Foto : Rocky Gerung

Pertemuan Rocky Gerung dengan mahasiswa Palangka Raya digelaran ‘Diskusi Akal Sehat’ batal. Hal itu dikarenakan pengurus Aula Masjid Darussalam, tempat diselenggarakannya agenda itu melarang adanya kegiatan itu.

Hal ini setelah adanya rilis yang disampaikan oleh pihak Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Palangka Raya bahwa agenda tersebut batal setelah adanya pemanggilan pihak panitia oleh pengurus Masjid Raya Darussalam Palangka Raya terkait agenda bersama Rocky Gerung.

Dalam rilis itu menyebutkan, pihak pengurus masjid beralasan bahwa Rocky Gerung merupakan pengkritik pemerintah. Sedangkan Aula Masjid Darussalam adalah milik pemerintah.

Rocky Gerung
Foto : Diskusi Akal Sehat yang ditolak oleh mantan Rektor IAIN PalangkaRaya (Ist)

Gagal mengisi kegiatan Diskusi Akal Sehat di Palangka Raya, Rocky Gerung menyindir keras soal batalnya dirinya menjadi pengisi acara lantaran gara-gara tidak diizinkan Aula Masjid Darussalam sebagai tempat diskusi.

BACA JUGA :  Perayaan HPN Kalteng di Murung Raya 2022 Akan Digelar Spektakuler!

“Jadi kalau dalilnya itu gedung pemerintah, maka yang mengkritik pemerintah tidak boleh ada disitu, saya mengajar di Sespim Polri yang isinya para perwira, saya tidak diusir, saya juga mengajar di Sesko TNI yang isinya jenderal, saya tidak diusir, jadi apa dalilnya. Artinya apakah saya harus mujimuji pemerintah agar tidak diusir,” tegas Rocky.

Baca Juga :

Alhamdulillah Bupati Seruyan Sehat, Langsung Lantik Sumpah Pejabat Struktural

Ia juga menjelaskan bahwa dimana ada namanya gedung pemerintah. Yang di mana semua gedung pemerintah itu dibiayai oleh rakyat melalui pajak. Di mana ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak memiliki gedung, yang ada adalah itu fasilitas publik.

BACA JUGA :  Pemkab Kotim Dukung Gerakan Pemasangan Patok Batas Bidang Tanah

“Semua gedung yang ada di negeri ini merupakan biaya dari rakyat, dan saya baru tahu dia merupakan mantan rektor, dan artinya dia mengalami pendangkalan, jadi saya usulkan supaya balik lagi menjadi rektor dan belajar dari mahasiswa,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa adanya pelarangan tidak mencerminkan perkembangan suatu pemikiran. Kendati demikian dalam hal itu menggambarkan bahwa demokrasi tidak bertumbuh.

“Tidak ada yang harus ditakutkan dari saya, karena saya berbicara di PKS, Gerindra, Demokrat, dan PDIP, karena saya bukan orang partai dan berasal dari kampus,” tegasnya.

1135x1600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page