banner 130x650

Stres Berhenti Merokok, Ini 7 Cara untuk Mengatasinya

berhenti merokok

Berhenti merokok memang bisa membawa beragam manfaat kesehatan. Namun, dalam prosesnya tak jarang rasa stres juga dapat timbul. Nah, bila kamu adalah salah satu orang yang mengalami stres setelah berhenti merokok, ketahui cara mengatasinya di artikel ini, yuk!

Setelah berhenti merokok, tubuhmu akan mengalami banyak perubahan yang positif, mulai dari tekanan darah menurun, kadar karbon monoksida dalam tubuh kembali normal, hingga sirkulasi darah kembali lancar.

Sayangnya, berhenti merokok bukan perkara yang mudah. Ini karena kandungan nikotin di dalam rokok dapat menyebabkan kecanduan, sehingga saat kamu berhenti menggunakannya, kamu bisa merasakan beragam gejala putus nikotin, seperti kelelahan, mudah marah, sulit tidur, bahkan stres.

banner 1706 x 2560

berhenti merokok

Cara Mengatasi Stres Setelah Berhenti Merokok

Saat mengalami stres setelah berhenti merokok, banyak orang mengatasinya dengan melakukan beragam kebiasaan yang tidak sehat, seperti makan berlebihan. Padahal, hal itu justru dapat menyebabkan tingkat stres menjadi semakin tinggi, lho.

Oleh sebab itu, stres setelah berhenti merokok harus diatasi dengan cara yang tepat. Nah, di bawah ini adalah beberapa caranya:

  1. Atur pola makan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, setelah berhenti merokok, tak sedikit orang mengalihkan keinginan merokoknya dengan makan secara berlebihan. Padahal, tidak hanya dapat meningkatkan kadar stres, hal ini juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Oleh sebab itu, setelah berhenti merokok, kamu perlu mengatur pola makan menjadi pola makan bergizi seimbang, ya. Pasalnya, mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang dapat membantu pengeluaran nikotin dan berbagai racun lainnya dari dalam tubuhmu.

BACA JUGA :  Mencintai dan Dicintai Itu Berbeda, Ini Penjelasannya !

berhenti merokok

Selain itu, jangan lupa juga ya untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cara mengonsumsi cukup air putih setiap harinya. Perlu kamu ketahui, air putih bisa membantu proses pengeluaran nikotin dengan lebih cepat, sekaligus mencegah keinginan untuk kembali merokok.

  1. Kurangi asupan kafein

Selain makan berlebihan, tak sedikit juga orang melepas stres setelah berhenti merokok dengan konsumsi kopi secara berlebih. Padahal, jumlah asupan kafein yang terlalu banyak bisa membuatmu merasa gelisah atau cemas berlebihan, lho. Bahkan, ini juga bisa membuatmu menjadi semakin stres hingga sulit tidur.

Nah, maka dari itu, setelah berhenti merokok, usahakan untuk mengurangi asupan kafein secara bertahap, ya. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari keinginan untuk merokok lagi akibat stres yang dirasakan setelah berhenti merokok.

  1. Olahraga secara rutin

Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan produksi hormon endorfin, yang merupakan hormon pereda stres alami. Hormon ini dapat membantu meningkatkan suasana hati, sehingga kamu bisa merasa lebih rileks.

Jadi, mulai sekarang, biasakan untuk berolahraga ringan setiap harinya ya, misalnya berjalan kaki santai selama 15 menit. Dengan begitu, rasa gelisah dan stres yang kamu alami setelah berhenti merokok juga bisa berkurang dan teralihkan.

 

  1. Mandi air hangat

Mandi atau berendam air hangat juga bisa kamu coba lho untuk meredakan stres seletelah berhenti merokok. Pasalnya, mandi dengan air hangat bisa meredakan perasan lelah dan gelisah, yang mana keduanya merupakan gejala umum putus nikotin.

BACA JUGA :  Minuman Ini Bisa Meningkatkan Kecerdasan, Kok Bisa?

Untuk menambah rasa rileks, kamu juga bisa melarutkan garam Epsom atau minyak esensial ke dalam air hangatnya.

     5. Istirahat yang cukup

Beberapa hari pertama setelah berhenti merokok kamu mungkin akan merasa sangat lelah, karena tubuhmu masih beradaptasi dengan hal tersebut. Nah, kondisi ini bisa menyebabkanmu rentan mengalami stres.

Sebuah studi menyebutkan, kelelahan pada orang yang berhenti merokok biasanya akan menurun setelah minggu keenam. Untuk mengatasi kelelahan ini, kamu disarankan untuk tidur dan beristirahat yang cukup ya, yakni sekitar 7–9 jam setiap harinya.

     6. Lakukan latihan pernapasan

Melakukan latihan pernapasan adalah salah satu cara cepat yang bisa kamu lakukan untuk menenangkan pikiran, merilekskan otot, dan menurunkan kadar stres.

Caranya mudah kok, yaitu dengan menarik napas perlahan melalui hidung selama 3 hitungan, kemudian membuangnya secara perlahan melalui mulut selama 3 hitungan pula. Ulangi latihan pernapasan ini beberapa kali hingga rasa tegang pada tubuh berkurang, ya.

Kamu juga bisa menggabungkan latihan pernapasan dengan mediasi atau yoga selama 5 menit setiap harinya. Meditasi diyakini dapat meningkatkan kemampuanmu dalam menahan hasrat dan mengendalikan diri, temasuk agar tidak kembali merokok.

      7. Fokus pada hari ini

Terkadang, stres yang kita alami, termasuk ketika baru berhenti merokok, merupakan akibat dari kebiasaan Overthinking atau terlalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Oleh sebab itu, saat sedang berusaha untuk berhenti merokok, upayakan agar pikiranmu terfokus pada keadaan atau hal yang kamu lakukan di hari ini saja, ya. Hindari terlalu khawatir akan apa yang terjadi di esok hari dan seterusnya.

BACA JUGA :  Kucing Stres : Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Proses berhenti merokok memang bukanlah perkara mudah karena harus dilakukan dengan penuh kesadaran diri, ketekunan, serta kesabaran.

Saat stres setelah berhenti merokok melanda, kamu bisa curhat dan meminta dukungan dari orang-orang yang tepat, seperti keluarga dan teman. Pasalnya, dukungan dari Support System yang baik bisa membantumu mengatasi stres sekaligus meningkatkan motivasimu untuk berhenti merokok.

Akan tetapi, apabila setelah melakukan cara-cara di atas namun rasa stres setelah berhenti merokok tak kunjung mereda, jangan ragu untuk meminta bantuan dari Psikolog atau psikiater ya, agar niat baikmu bisa tercapai dengan sukses.

 


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

1135x1600

Respon (1)

Komentar ditutup.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca