banner 130x650

Lensa Emansipasi 2026, BEM STIE Sampit Abadikan Semangat Kartini Modern Lewat Fotografi

BEM STIE
Photo: Penyerahan Hadiah Di Kampus STIE Sampit 27 April 2026.(Ist).

Memperingati Hari Kartini, BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Sampit sukses menggelar Lomba Fotografi Kartini Muda 2026 bertajuk “Lensa Emansipasi”. Digelar 21–24 April 2026, ajang ini jadi ruang kreatif bagi mahasiswa untuk menyuarakan makna emansipasi perempuan lewat karya visual yang inspiratif dan penuh pesan sosial.

Mengusung tema “Lensa Emansipasi”, lomba ini bukan sekadar kompetisi. BEM STIE Sampit merancangnya sebagai agenda edukatif dan reflektif untuk menghidupkan kembali semangat R.A. Kartini dalam konteks kekinian, melalui bahasa visual yang dekat dengan realitas sosial.

Fotografi Jadi Bahasa Perjuangan

Ketua Pelaksana, Nur Raudah, menyebut fotografi dipilih sebagai medium menyuarakan nilai kesetaraan.

“Kami hadirkan ‘Lensa Emansipasi’ bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tapi ruang bagi mahasiswa untuk memaknai emansipasi lewat sudut pandang visual yang jujur dan bermakna,” ujar Nur Raudah, Rabu 29/4/2026.

BACA JUGA :  Kasus Dukuh Bengkuang Kotim, Menjadi Perhatian Komnas HAM RI

Antusiasme peserta tinggi sejak pendaftaran dibuka. Karya yang masuk beragam: potret perempuan di dunia pendidikan, ruang kerja, hingga keteguhan dalam keseharian. Semua merefleksikan bahwa emansipasi bukan sekadar sejarah, tapi realitas yang terus hidup.

Penjurian Ketat, Gita Keziana Juara 1

Panitia memastikan proses penilaian berjalan objektif dan profesional. Menurut Nur Raudah, kualitas karya peserta sangat baik sehingga menentukan pemenang bukan hal mudah.

“Lomba ini bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita belajar melihat dunia lewat ‘lensa’ yang lebih peka terhadap kesetaraan, keberanian, dan perjuangan perempuan,” tambahnya.

Hasilnya, Juara 1 diraih Gita Keziana, Juara 2 Cindy Cikita, dan Juara 3 Mila Cintia. Ketiganya dinilai sukses menghadirkan karya visual yang kuat, reflektif, dan mewakili semangat Kartini modern.

Kampus Dukung Perempuan Berdaya

BACA JUGA :  PWI Kotim Gelar Pelatihan dan Lomba Jurnalistik Dalam Semarak HUT ke-33

Ketua BEM STIE Sampit, Andriyanto, menegaskan kampus harus jadi ruang tumbuh bagi perempuan berdaya.

“Perempuan bukan pelengkap, tapi penggerak perubahan di pendidikan, ekonomi, dan sosial. Semangat Kartini harus hidup dalam keberanian untuk bermimpi, bersuara, dan berkarya,” tegasnya.

BEM STIE Sampit berharap semangat “Lensa Emansipasi” tak berhenti di Hari Kartini. Kegiatan ini jadi pengingat bahwa setiap karya mampu membangun kesadaran dan membawa perubahan.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca