banner 130x650

Kotawaringin Timur Siap Memikat Wisatawan Luar dengan Kekayaan Alam dan Budaya

Kotawaringin Timur

Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus menguatkan diri sebagai destinasi wisata yang layak dilirik wisatawan luar.

Dengan kombinasi alam tropis, sungai besar, pesisir, dan budaya Dayak-Banjar, Kotim menawarkan pengalaman liburan yang berbeda dari kota-kota besar di Indonesia.

Alam Tropis yang Autentik

Sungai Mentaya menjadi daya tarik utama. Sungai ini membelah Kota Sampit dan menjadi jalur transportasi sekaligus wisata. Wisatawan bisa naik klotok untuk melihat kehidupan warga pesisir, pasar apung, dan rumah panggung khas. Pemandangan matahari terbenam di atas Sungai Mentaya menjadi momen yang paling banyak diburu fotografer.

Bagi pencinta pantai, Pantai Satiruk, Pantai Ujung Pandaran dan Pantai Kalap menawarkan suasana tenang dengan ombak kecil dan pasir lembut, cocok untuk yang mencari ketenangan, rekreasi, atau piknik keluarga.

Ikon Kota dan Ruang Publik

Taman Jelawat menjadi ikon Sampit. Patung ikan jelawat besar di tengah taman bukan sekadar hiasan, tapi simbol identitas Sungai Mentaya yang mengalir di jantung kota. Taman ini mudah diakses dan selalu ramai sore hari. Selain itu ada di Kotawaringin Timur ada lampu yang dikenal dengan Terowongan Nur Mentaya , disepanjang jalan terdapat bermacam-macam Kuliner serta ruang publik.

BACA JUGA :  Koperasi Produsen Bangkuang Makmur Lestari Bagikan SHU dan Laksanakan RAT Tahun 2023

Taman Kota Sampit melengkapi wajah kota sebagai ruang terbuka hijau. Di malam hari, taman ini berubah menjadi pusat kuliner dan nongkrong warga, lengkap dengan jajanan lokal seperti ketupat kandangan, kue cincin, soto banjar, sate kambing dan ikan bakar ikan sungai.

Budaya Yang Hidup

Kotim juga menyimpan kekayaan budaya Dayak dan Banjar. Rumah adat, kerajinan anyaman, dan pertunjukan seni tradisional masih bisa dijumpai di beberapa desa wisata. Ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin merasakan budaya lokal secara langsung.

Potensi untuk Pasar Wisatawan Luar

BACA JUGA :  Geger, PPM Sampit Mulai Tercemar Oleh Sampah !!!

Kemudahan akses melalui Bandara H. Asan Sampit dan jalan trans-Kalimantan membuat Kotim semakin terbuka bagi wisatawan luar daerah. Wisatawan sudah bisa merasakan sungai, mangrove, pantai, dan kuliner khas dalam satu rangkaian perjalanan.

Pemerintah daerah dan pelaku wisata lokal terus mengembangkan fasilitas dan promosi digital agar Kotim tidak hanya dikenal sebagai kota industri sawit, tapi juga sebagai kota wisata yang ramah dan autentik.

“Kotim itu kaya. Ada sungai, ada hutan mangrove, ada pantai, ada budaya. Tinggal dikemas dan dipromosikan lebih luas,” ujar salah satu pelaku wisata lokal.

“Dengan potensi tersebut, Kotawaringin Timur berpeluang besar menjadi destinasi wisata alternatif di Kalimantan Tengah yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca