Sembilan Warga Negara Indonesia relawan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya tiba kembali di Tanah Air setelah ditahan otoritas Israel usai pencegatan armada kemanusiaan di perairan internasional. Kepulangan mereka disambut langsung oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri di Bandara Soekarno-Hatta.
Kepulangan para relawan merupakan hasil kerja diplomasi dan perlindungan kekonsuleran yang dilakukan secara intensif. Pemerintah memastikan seluruh WNI dapat kembali dengan selamat dan dalam kondisi baik.
Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Turki, Yordania, dan Mesir atas dukungan dalam proses penjemputan dan pemulangan para relawan.
“Tak ada warga negara yang boleh merasa sendirian ketika menghadapi ancaman di luar negeri,” tegas pernyataan resmi terkait kepulangan ini.
Pemerintah menegaskan peristiwa ini menjadi pengingat bahwa misi kemanusiaan tidak boleh dibalas dengan intimidasi dan kekerasan. Aktivis kemanusiaan hadir membawa bantuan, kepedulian, dan harapan bagi warga sipil yang menjadi korban konflik.
Sikap Indonesia disebut tetap jelas, melindungi WNI, membela nilai kemanusiaan, dan terus mendukung perdamaian yang adil bagi Palestina.
“Kerena melindungi warga negara adalah kehormatan. Dan membela kemanusiaan adalah jati diri bangsa Indonesia,” demikian pernyataan tersebut.
Kepulangan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di luar negeri, apapun situasinya.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















