banner 130x650

Gandeng Bidan Sean, SMSI Kalteng Siap Edukasi Publik Soal Peran Strategis DPD RI

Bidan Sean SMSI

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah memperkuat kolaborasi strategis dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk membangun ekosistem informasi yang sehat dan edukatif bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan audiensi pengurus SMSI Kalteng bersama Anggota DPD RI Dapil Kalteng, Hj. Siti Aseanti, S.ST.,M.Keb. yang akrab disapa Bidan Sean, di Kantor DPD RI Provinsi Kalteng, Rabu (5/8/2026).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua SMSI Kalteng Akhiruddin, Sekretaris Aris Kurnia Hikmawan, Bendahara Bridel B. Usin, Dewan Penasehat H. Noor Ivansyah, serta jajaran pengurus Pokja dan seksi-seksi SMSI Kalteng.

Bidan Sean: Banyak Masyarakat Belum Paham Peran DPD RI

Dalam pertemuan tersebut, Bidan Sean mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi DPD RI saat ini adalah rendahnya literasi masyarakat terkait tugas dan fungsi lembaga tersebut.

“Di lapangan saya masih sering menjumpai masyarakat yang bertanya, apa sebenarnya tugas DPD RI. Bahkan masih banyak yang menyamakan DPD RI dengan DPR RI. Ini menunjukkan edukasi tentang sistem ketatanegaraan kita masih perlu terus diperkuat,” ujar Bidan Sean.

BACA JUGA :  Musprov SMSI Kalteng Sukses dan Susun Kepengurusan Baru, Firdaus: Bangun Sinergi dengan Sesama Organisasi Pers

Menurutnya, anggota DPD RI setiap hari bekerja menyerap aspirasi, melakukan pengawasan pelaksanaan undang-undang terkait daerah, hingga memperjuangkan kepentingan Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Namun, kerja-kerja tersebut belum sepenuhnya sampai ke publik karena keterbatasan jangkauan informasi.

Bidan Sean SMSI

“Di sinilah pentingnya peran media. Saya melihat SMSI Kalteng memiliki kekuatan besar dengan jaringan media yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Ini modal yang sangat baik untuk membangun komunikasi publik yang lebih efektif, cepat, dan tetap profesional,” jelasnya.

Bidan Sean menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar publikasi kegiatan, melainkan membangun pemahaman masyarakat.

“Yang lebih penting adalah masyarakat memahami mengapa kami hadir, apa yang sedang diperjuangkan, dan apa manfaatnya bagi Kalteng. Jika pemahaman itu tumbuh, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara juga akan semakin baik,” tuturnya.

SMSI Kalteng: Media Harus Jadi Rujukan, Bukan Sekadar Penyampai Informasi

Menanggapi hal tersebut, Ketua SMSI Kalteng Akhiruddin menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan SMSI selalu terbuka untuk bersinergi dengan lembaga negara selama memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

BACA JUGA :  AM Taufiq Hidayat Nahkodai HPN Kalteng 2026-2031, Siap Perkuat Ekonomi Nahdliyin 

“Media memiliki tanggung jawab lebih besar dari sekadar menyampaikan informasi. Media juga punya fungsi edukasi, kontrol sosial, dan menjadi rujukan informasi yang benar dan terverifikasi,” kata Akhiruddin.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks, media profesional yang tergabung dalam SMSI harus menjadi penjernih informasi.

“Kami ingin SMSI menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik. Kolaborasi dengan DPD RI tidak hanya soal publikasi, tapi juga program edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang kebijakan publik dan pembangunan daerah,” tegasnya.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang sinergi program ke depan, termasuk pemanfaatan jaringan 30+ media anggota SMSI Kalteng untuk memperluas diseminasi informasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Kalimantan Tengah.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang efektif antara lembaga negara dan masyarakat melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca