Kotawaringin Timur – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Di Lapangan Tugu Kota Sampit, semangat tersebut hadir melalui ayunan raket, persaingan sehat, dan jabat tangan antarpemain dalam Turnamen Tenis Lapangan Paket Kemerdekaan.
Turnamen dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini resmi berakhir pada Minggu (30/8/2026), setelah berlangsung selama enam hari sejak 25 Agustus 2026.
Mengusung tema “Melalui Tenis Kita Eratkan Silaturahmi Menyambut Kemerdekaan”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi insan tenis di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk berkumpul, berkompetisi, sekaligus mempererat hubungan melalui olahraga.
Sebanyak delapan kategori dipertandingkan dalam turnamen ini, yakni Ganda Putri Beginner, Ganda Putra Umum, Ganda Putri Umum, Ganda Putra Prestasi, Ganda Campuran, Mix Family, Ganda Executive, dan Ganda Putra Beginner.
Beragam kategori tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan di lapangan, tetapi juga mempertemukan pemain dengan berbagai tingkat pengalaman. Semangat kompetisi berjalan berdampingan dengan sportivitas, kekeluargaan, dan kebersamaan.

Momentum Kepengurusan Baru PELTI Kotim
Pelaksanaan turnamen juga menjadi momentum tersendiri bagi Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) Kabupaten Kotawaringin Timur, mengingat kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan awal kepengurusan baru organisasi tenis daerah tersebut.
Fauzan dipercaya sebagai Ketua PELTI Kotim dan baru dilantik pada 25 Agustus 2026. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan dapat memberikan energi baru bagi perkembangan olahraga tenis, khususnya dalam memperkuat pembinaan dan meningkatkan kompetisi di daerah.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen diberikan secara penuh oleh Ketua PELTI Kotim beserta jajaran pengurus. Turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga geliat olahraga tenis di Kotim. Kompetisi yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit atlet baru.
Ketua Panitia Pelaksana, Roni Paslah, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, Turnamen Tenis Lapangan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan tema ‘Melalui Tenis Kita Eratkan Silaturahmi Menyambut Kemerdekaan’ telah selesai kita laksanakan dengan lancar dan penuh semangat sportivitas,” ujar Roni.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, PELTI Kotim, sponsor, peserta, serta seluruh unsur yang terlibat sejak persiapan hingga pertandingan berakhir.
“Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dispora Kabupaten Kotim, Ketua PELTI Kotim beserta pengurus, Bapak/Ibu pimpinan dan sponsor serta semua pihak atas dukungannya,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh perangkat pertandingan dan tim pendukung yang bekerja di balik kelancaran pelaksanaan turnamen.
“Terima kasih kepada wasit, juri, tim medis dan panitia pelaksana yang bekerja keras siang malam tanpa lelah,” lanjutnya.
Menurut Roni, peserta juga memiliki peran penting dalam menjaga suasana pertandingan tetap kondusif dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Terima kasih kepada para peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Delapan Kategori Melahirkan Para Juara
Setelah melewati rangkaian pertandingan selama enam hari, delapan kategori akhirnya melahirkan pasangan-pasangan terbaik.
Pada kategori Ganda Putri Beginner, pasangan Stefany & Selly berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Almainah & Nasikah, sedangkan Dea & Yunita serta Yuni & Phiati berbagi posisi juara ketiga.
Kategori Ganda Putra Umum menempatkan Agus Darmadi & Wandi sebagai juara pertama. Willy & Hendri menjadi juara kedua, sementara H. Udin & H. Winarto serta Noval & Jali meraih juara ketiga bersama.
Pada Ganda Putri Umum, Mamik Safitri & Supatmi keluar sebagai juara pertama. Hj. Meylinda & Kartini menempati posisi kedua, sedangkan Lami & Lina serta Etty & Nur Aziah menjadi juara ketiga bersama.
Sementara itu, kategori Ganda Putra Prestasi dimenangkan Fajri & Fery. Angga & Wawan berada di posisi kedua, sedangkan Mulyadi & Madun serta Asrantono & Fendi meraih juara ketiga bersama.
Pada kategori Ganda Campuran, pasangan Tohir & Nurul berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua diraih Arsyad & Hj. Ida, sementara Sugi & Nur Aziah serta Agus Darmadi & Mamik Safitri menjadi juara ketiga bersama.

Kategori Mix Family dimenangkan Azkian & Senja. H. Badrianto & Hj. Silva berada di posisi kedua, sedangkan Yudi & Zahira serta Hartono & Rahma meraih juara ketiga bersama.
Pada Ganda Executive, Jonathan & Agus Darmadi berhasil menjadi juara pertama. Dodit & Marianus menempati posisi kedua, sedangkan Akbar & Haris serta Hafil & Deska menjadi juara ketiga bersama.
Sedangkan kategori Ganda Putra Beginner ditutup dengan kemenangan Joko & Eko sebagai juara pertama. Gorda & Salundik menjadi juara kedua, sementara Wildan & Iswinarno serta Maharisi & Ilham meraih juara ketiga bersama.
Bukan Sekadar Perebutan Gelar
Bagi panitia, deretan nama juara tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan turnamen.
Lebih dari sekadar perebutan gelar, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan para pencinta tenis, memperkuat komunikasi antarkomunitas, dan menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Lapangan pertandingan menjadi tempat bertemunya pemain dengan ambisi yang berbeda. Ada yang datang untuk mempertahankan prestasi, menguji kemampuan, mengejar pengalaman, hingga sekadar menikmati olahraga bersama rekan dan keluarga.
Pada akhirnya, semua bertemu dalam semangat yang sama, yakni bermain dengan sportif dan menjaga persaudaraan.
Roni Paslah mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan turnamen. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya.
“Kami sadar masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman dari pelaksanaan turnamen kali ini dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan kegiatan olahraga tenis yang lebih baik dan berkelanjutan di Kotawaringin Timur.
“Semoga melalui turnamen ini silaturahmi kita semakin erat dan semangat kemerdekaan terus menyala serta PELTI Kotim semakin jaya,” pungkasnya.
Enam hari pertandingan akhirnya menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan olahraga tenis di Kotim. Lapangan Tugu boleh kembali lengang setelah turnamen berakhir, tetapi semangat yang tumbuh di dalamnya diharapkan tetap bergerak.
Dari pertandingan lahir pengalaman. Dari persaingan tumbuh sportivitas. Dari pertemuan terjalin persaudaraan.
Semangat itulah yang menjadi pesan utama Turnamen Tenis Lapangan Paket Kemerdekaan: kemenangan bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga tentang bagaimana olahraga mampu mempertemukan, menguatkan, dan menjaga silaturahmi.
Turnamen berakhir, tetapi semangat untuk memajukan tenis Kotawaringin Timur diharapkan terus berlanjut.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















