Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur kian menyengat dan pekat. Jika tidak ditangani serius, Kotim terancam darurat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) massal.
Pantauan MentayaNet dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang di Kota Sampit dan sekitarnya menurun drastis, terutama pada pagi dan malam hari. Bau asap menyengat masuk hingga ke dalam rumah, mengganggu aktivitas warga.
Kondisi ini diperparah dengan masih banyaknya titik api baru yang bermunculan di sejumlah kecamatan. Asap tebal tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penderita asma.
Tenaga kesehatan di sejumlah Puskesmas di Kotim mengakui telah terjadi peningkatan keluhan warga terkait gangguan pernapasan.
“Warga datang dengan keluhan batuk, pilek, sesak napas, mata perih dan pusing. Ini gejala awal ISPA akibat paparan asap,” ujar salah seorang petugas kesehatan yang enggan disebutkan namanya.
Dengan telah ditetapkannya Status Tanggap Darurat Karhutla oleh Bupati Kotim, langkah preventif harus segera diperkuat sebelum jatuh korban lebih banyak.
Pemkab Kotim melalui Dinas Kesehatan dan BPBD didesak untuk segera melakukan langkah cepat:
1. Bagi Masker Massal : Pengadaan dan pembagian masker N95/KF94 gratis kepada masyarakat, khususnya pelajar dan pedagang kaki lima yang beraktivitas di luar ruangan.
2. Siagakan Puskesmas: Membuka posko kesehatan dan menambah stok obat-obatan ISPA, vitamin, dan tabung oksigen di seluruh Puskesmas dan RSUD.
3. Edukasi Publik: Imbauan resmi agar warga mengurangi aktivitas luar ruangan, menutup ventilasi rumah, dan memperbanyak konsumsi air putih.
4. Lindungi Petugas Lapangan: Memberikan asupan nutrisi, vitamin, dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi petugas BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan relawan yang berjibaku di titik api.
Sebelumnya, desakan juga muncul agar Dinas Pendidikan memperketat pengawasan terhadap sekolah yang masih nekat menggelar aktivitas di luar ruangan meski sudah ada Surat Edaran penyesuaian jam belajar.
“Kami minta orang tua juga waspada. Kalau anak sudah batuk berdahak lebih dari 3 hari, sesak, dan demam, segera bawa ke Puskesmas. Jangan tunggu parah,” imbaunya.
Masyarakat berharap hujan segera turun dan upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan membuahkan hasil, sehingga kabut asap yang menyelimuti Bumi Habaring Hurung segera berakhir.
Untuk mencegah ISPA Saat Kabut Asap, Gunakan masker saat di luar rumah, perbanyak minum air putih, tutup pintu dan jendela rapat, hindari merokok, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















