banner 130x650

Kemarau Mengering, Pemkab Seruyan Bersama Warga Mengetuk Langit Lewat Salat Istisqa

Seruyan
Foto : Shalat Istiqa di Kabupaten Seruyan bermunajat untuk memohon turun hujan (ist)

SERUYAN – Di tengah kemarau yang mulai menguji ketahanan masyarakat terhadap keterbatasan air dan meningkatnya ancaman kebakaran, Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama masyarakat memilih menempuh ikhtiar lahir dan batin. Salah satunya melalui pelaksanaan Salat Istisqa sebagai doa bersama memohon turunnya hujan.

Salat Istisqa digelar di Lapangan Gagah Lurus, Kuala Pembuang, Senin (31/8/2026). Wakil Bupati Seruyan Supian hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), pelajar, serta masyarakat.

Salat sunah tersebut dipimpin Awaludin Pimay yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Suasana khusyuk mewarnai pelaksanaan ibadah yang menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat Kabupaten Seruyan menghadapi musim kemarau.

Wakil Bupati Seruyan Supian mengatakan, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar kemarau yang berlangsung segera berakhir.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita masyarakat Kabupaten Seruyan, khususnya masyarakat di Kuala Pembuang, melaksanakan Sholat Istisqa bersama,” ujar Supian.

BACA JUGA :  Luar Biasa! Pembangunan Fisik Mal Pelayanan Publik Seruyan Akan Mulai Dibangun Tahun Ini

Menurutnya, pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya berlangsung di ibu kota kabupaten. Pemerintah Kabupaten Seruyan sebelumnya juga telah mengedarkan imbauan kepada pemerintah kecamatan agar kegiatan serupa dilaksanakan di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa menghadapi kemarau bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Supian berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi jalan turunnya hujan yang membawa rahmat bagi masyarakat Seruyan dan Kalimantan Tengah secara luas.

Seruyan
Foto : Wakil Bupati Seruyan

“Kita berharap kondisi kemarau ini mudah-mudahan segera turun hujan yang dapat memberikan rahmat bagi masyarakat Kabupaten Seruyan pada khususnya dan masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya,” katanya.

Selain persoalan ketersediaan air, musim kemarau juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, turunnya hujan dinilai menjadi salah satu harapan untuk membantu mengurangi kondisi kering yang dapat memperbesar risiko kebakaran.

“Kita tidak mau masyarakat kita mendapat musibah, apalagi kondisi kekeringan ini rentan terjadi kebakaran,” tutur Supian.

BACA JUGA :  PDAM dan Kejari Seruyan Jalin Sinergitas, Perkuat Solusi Masalah Hukum

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat doa dan ikhtiar sembari menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan ini Allah SWT mengabulkan permintaan dan doa kita, agar kemarau panjang ini segera berakhir dan turun hujan yang memberikan rahmat bagi kita semua,” pungkasnya.

Salat Istisqa tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Seruyan dan masyarakat untuk menyatukan harapan. Di tengah tanah yang menanti basah dan sumber air yang terus dijaga, doa bersama menjadi pengingat bahwa menghadapi kemarau membutuhkan keteguhan, kepedulian, serta kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, para kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan, pelajar, serta masyarakat Kuala Pembuang.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca