Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM) member of PT Triputra Agro Persada Tbk. Melalui Tim Poliklinik Kebun, perusahaan turun langsung ke Dusun Belanti, Desa Muara Dua, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, untuk membagikan masker, obat-obatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan ini telah berlangsung sejak 20 Agustus 2026 sebagai bentuk respons cepat perusahaan terhadap kondisi udara yang memburuk di sekitar wilayah operasional.
Keluhan Warga Picu Aksi Cepat
Kepala Desa Muara Dua, Misran, menyampaikan kabut asap sudah dirasakan warga selama sekitar satu pekan terakhir. Warga yang bekerja di kebun menjadi kelompok yang paling terdampak.
“Kondisi asap sejak seminggu terakhir akibat Karhutla lumayan tebal, terutama di Dusun Belanti. Ini karena ada Karhutla dari desa sekitar Muara Dua. Karena itu kami memohon bantuan perusahaan untuk melakukan pengecekan kesehatan pada warga yang terdampak,” ujar Misran.

Ia juga mengapresiasi langkah PT GBSM. “Pemdes Muara Dua mengucapkan terima kasih kepada PT GBSM atas bantuan obat-obatan, masker, serta cek kesehatannya kepada masyarakat Desa Muara Dua,” lanjutnya.
Layanan Jemput Bola ke Rumah Warga
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Tim Poliklinik Kebun PT GBSM membuka pos layanan kesehatan di Kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Di lokasi, warga mendapatkan masker, vitamin, dan obat-obatan sesuai dengan keluhan yang disampaikan.
Melihat tidak semua warga bisa datang karena kondisi asap dan keterbatasan mobilitas, tim kesehatan kemudian melakukan layanan “jemput bola”.
“Bagi warga yang tidak bisa mendatangi titik pelayanan karena kondisi, tim mendatangi langsung ke rumah masing-masing. Kami juga turut memberikan masker kepada sekolah-sekolah yang masih memiliki aktivitas,” jelas Tenaga Kesehatan Poliklinik Kebun PT GBSM, Muhammad Alif Lukman.
Siaga Bersama Hadapi Karhutla
Kegiatan kesehatan ini berjalan beriringan dengan upaya siaga karhutla. Selama sepekan terakhir, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, dan Satgas Karhutla PT GBSM aktif melakukan patroli dan pemantauan di wilayah sekitar, termasuk pada malam hari. Penanganan juga dilakukan pada titik-titik kebakaran yang ditemukan.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, dukungan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas sehari-hari tetap bisa berjalan di tengah kualitas udara yang kurang baik.
Kehadiran layanan kesehatan yang lebih dekat dengan warga diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kondisi tubuh selama periode siaga karhutla.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PT GBSM untuk hadir bersama masyarakat sekitar, tidak hanya dalam menghadapi risiko karhutla, tetapi juga dalam merespons dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















