Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya, Kalimantan tengah melakukan inspeksi mendadak ke Minimarket, Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan distributor di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Hal ini diadakan lebih cepat karena adanya kasus keracunan makanan yang menyebabkan puluhan masyarakat harus dirawat inap di RSUD dr. Murjani Sampit.
Kegiatan kerjasama dilakukan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kotim, dan BPOM Palangka Raya guna peninjauan dan pengecekan kualitas makanan yang dijual oleh pedagang selama bulan suci ramadan.
“Memberikan arahan dan pembinaan dalam hal produk makanan yang saat ini marak serta mencegah hal seperti sebelumnya terulang lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan,Umar Kaderi pada Selasa, 04 April 2023.
Baca Juga :
Dinkes Kotim Beberkan Perkembangan Terbaru dari Kasus Keracunan Massal Kue Ipau
Ada 2 kelompok tim sidak menyebar di sasaran yang telah ditentukan. Masing-masing tim harus mengecek kelayakan produk dari tanggal kadaluarsa, kondisi makanan dan kemasan.
“Terimakasih kepada BBPOM palangka Raya. Ini adalah support kepada kita yang baru saja terkena kasus keracunan bahan makan,” ujar Umar.
Sebelumnya, terjadi keracunan massal mengakibatkan 1 orang meninggal dan 84 orang harus mendapat perawatan. Korban mengalami gejala mual, muntah dan diare setelah mengonsumsi kue ipau yang dibeli dari salah satu pedagang di Kecamatan Baamang.
“Sidak diharapkan dapat memberi rasa nyaman masyarakat Kotim dalam membeli produk makanan,” demikian Umar.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.