banner 130x650
POLRI  

Duo Reserse Pimpin Polri, Sinyal Reformasi Total Era Suyudi – Wahyu

Dua Reserse

Pelantikan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri hari ini menandai era baru, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Polri dipimpin oleh duo jenderal yang sama-sama dibesarkan dari jalur reserse.

Bukan kebetulan. Keduanya adalah produk asli Bareskrim dengan rekam jejak panjang pemberantasan kejahatan.

Kapolri – Dari Pemburu Begal hingga Kepala BNN

Jenderal Suyudi Ario Seto bukan nama baru di Polda Metro Jaya. Saat menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Tangerang, ia dikenal sebagai pemburu begal dan preman kampung. Kariernya melejit saat mengungkap kasus-kasus besar di Bareskrim, hingga dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten.

Sebagai Kepala BNN, Suyudi menorehkan sejumlah pengungkapan jaringan narkoba internasional. Doktrinnya tegas: “Polisi Bersama Masyarakat”.

Wakapolri – Otak Perencanaan dan Anggaran Mabes Polri

BACA JUGA :  Ajudan Wakapolres Sorong Gantung Diri di Rumah Dinas, Ini Penjelasan Kapolres

Sementara itu, Komjen Wahyu Hadiningrat adalah arsitek di balik modernisasi perencanaan Polri. Dari Kasat Serse Polres Bandung hingga Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, ia paham betul kejahatan jalanan hingga cyber crime.

Sejak 2021 sebagai Asrena dan Astamarena Kapolri, Wahyu menjadi otak di balik pengelolaan anggaran triliunan rupiah Polri, termasuk Program Presisi dan pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri berisi 52 Perwira Tinggi pada 2025 lalu. Ia juga yang mendorong digitalisasi Renstra Polri.

Kombinasi keduanya dinilai saling melengkapi, Suyudi sebagai eksekutor lapangan, Wahyu sebagai otak manajemen dan anggaran.

Tugas Berat Menanti

Presiden Prabowo dalam arahannya usai pelantikan meminta duo ini fokus pada 3 hal:

1. Pemberantasan narkoba dan judi online

2. Pengamanan program prioritas Asta Cita

BACA JUGA :  Jum'at Curhat, Polsek Kota Besi Tampung Kritik dan Saran dari Masyarakat

3. Pemulihan kepercayaan publik pasca gelombang demonstrasi besar Agustus-September 2026

“Yang baik kita lanjutkan, yang belum optimal kita sempurnakan, yang menyimpang kita koreksi tegas,” tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam pidato perdananya di Istana.

Publik kini menunggu gebrakan pertama Duo Reserse ini. Kabarnya, mutasi besar-besaran di jajaran Kapolda dan pejabat utama Mabes akan menjadi langkah awal mereka pekan depan.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca