banner 130x650

Mahalnya Harga Pasir dan Tanah Uruk Berdampak Pelaksanaan Pembangunan

Pasir
Foto : Wakil Ketua I DPRD Kotim - H. Rudianur

Wakil Ketua DPRD Kotim, H.Rudianur mengaku prihatin dengan mahal dan sulitnya mendapatkan material bangunan serta banyaknya sopir angkutan pasir maupun tanah uruk yang menganggur, dan  dikhawatirkan juga akan berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah ini.

“Naiknya harga pasir dan tanah uruk kali ini sudah sangat fatal. Kalau memang mereka tidak bisa bekerja maka bisa menghambat pembangunan tahun ini. Dampaknya anggaran juga bisa tidak terserap maksimal karena infrastruktur banyak tidak selesai kalau kondisi ini dibiarkan,” kata Rudianur pada 19 Mei 2023.

Menurutnya penertiban galian C membuat tempat penjualan pasir dan tanah uruk berhenti beroperasi. Dampaknya, sopir truk yang diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan, kini kehilangan penghasilan.

BACA JUGA :  Sampit Belum Terang Benderang, Karena Masih Banyak Jalan Yang Gelap

Para sopir berharap para wakil rakyat bisa memperjuangkan nasib mereka meski menyadari bahwa masalah ini berkaitan dengan perizinan galian C yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Baca Juga :

DPRD Kotim Dukung Polres Usut Dugaan Korupsi dan Pungli Pasar

“Masalah ini menjadi perhatian pihaknya di DPRD, pihaknya tidak hanya melihat nasib para sopir, tetapi juga keberlangsungan pelaksanaan pembangunan fisik di daerah ini yang membutuhkan material bangunan berupa pasir dan tanah uruk untuk penimbunan dan pengerasan jalan serta pasir untuk pengecoran bangunan,” ujar Rudianur.

Menurutnya kalau dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan membuat pembangunan fisik terhenti karena tidak ada material bangunan. Pihak DPRD sepakat langkah pemerintah menertibkan pertambangan ilegal, tetapi dia berharap kelangkaan material yang bisa menjadi imbas kegiatan itu sudah harus diantisipasi agar tidak malah mengganggu pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kotim.

BACA JUGA :  DPRD Kotim Berduka Atas Meninggalnya Politisi Demokrat Anang Kapeliyus

“Kita sudah pernah melakukan rapat dengar pendapat dengan para supir dan pemilik lahan galian C serta pemerintah daerah, Kami berharap ada langkah yang dilakukan pemerintah terkait hal ini sehingga pembangunan di Kabupaten Kotim dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

1135x1600

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca