Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membuka ruang lebih besar bagi anak muda Indonesia untuk tumbuh menjadi pengusaha baru.
Menurut Presiden, pemerintah tidak hanya mendorong pendidikan kewirausahaan, tetapi juga menyiapkan akses pembiayaan agar generasi muda memiliki kesempatan membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Kita banyak punya anak-anak muda yang hebat-hebat, kita punya ribuan anak yang hebat-hebat,” ujar Prabowo.
“Ini yang kita godok bersama untuk kita beri. Tidak hanya pendidikan entrepreneurship. Begitu mereka selesai, kita siapkan kredit startup. Kita harus dorong dan beri kesempatan mereka untuk tumbuh menjadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru,” lanjutnya.
Presiden menyampaikan hal tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan generasi muda. Dengan dukungan pendidikan dan pembiayaan yang memadai, diharapkan lebih banyak anak muda mampu memulai usaha dan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja.
Dalam semangat demokrasi ekonomi, Prabowo juga mendorong perbankan nasional, khususnya bank Himbara, untuk lebih berpihak kepada rakyat kecil. Ia meminta bank pelat merah menjadi lembaga yang patriotik dan berpihak pada masyarakat.
“Demokrasi ekonomi artinya janganlah yang itu-itu saja. Saya minta bank Himbara menjadi bank yang patriotik,” pintanya.
Prabowo menyoroti kondisi di mana orang miskin dan orang kaya justru dibebani pajak lebih tinggi dibandingkan pengusaha besar. Ia menilai hal itu tidak masuk akal dan memerintahkan bank pemerintah untuk menurunkan suku bunga kredit bagi rakyat kecil.
“Orang miskin, orang kaya, disuruh bayar pajak lebih tinggi dari pengusaha besar. Ini di luar akal sehat. Saya perintahkan bank-bank pemerintah rubah, turunkan bunga-bunga untuk rakyat miskin,” pungkasnya.
Presiden menekankan bahwa kebijakan ekonomi ke depan harus membuka peluang bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan sistem pembiayaan yang lebih inklusif, pelaku usaha kecil dan menengah diharapkan dapat berkembang dan menjadi penggerak ekonomi di daerah.
Pemerintah akan terus menyelaraskan kebijakan pendidikan, pembiayaan, dan regulasi perbankan agar ekosistem usaha nasional menjadi lebih adil dan berkelanjutan.
Eksplorasi konten lain dari MentayaNet
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















