banner 130x650

Penjual Nasi Kuning di Sampit, Keluhkan Sulit Mendapatkan Ikan Gabus dan Harga Melonjak

Nasi Kuning
Foto: ilustrasi.

Sejumlah pedagang nasi kuning di Sampit mengeluhkan kenaikan harga dan sulitnya mendapatkan ikan gabus, atau yang dikenal juga sebagai ikan haruan, untuk bahan lauk dagangan mereka.

Ikan gabus selama ini menjadi pilihan utama karena dagingnya yang gurih dan cocok dipadukan dengan nasi kuning. Namun dalam beberapa pekan terakhir, harga ikan tersebut terpantau naik cukup signifikan di pasar tradisional.

Salah seorang penjual nasi kuning di area taman kota sampit, Narullah, mengatakan, harga ikan gabus yang biasanya stabil kini naik hingga menyulitkan perhitungan modal usaha. Kenaikan ini membuat pedagang harus memutar otak agar harga jual nasi kuning tetap terjangkau bagi pembeli.

“Kalau harga ikan terus naik, mau nggak mau porsi atau harga jual harus disesuaikan. Tapi kita juga khawatir pelanggan berkurang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kegiatan BTQ STKIP Muhammadiyah Sampit Kenalkan Hukum Tajwid Sesuai Kaidah

Kondisi ini diperparah dengan pasokan ikan gabus yang berkurang di pasar. Pedagang menduga cuaca dan menurunnya hasil tangkapan nelayan menjadi salah satu penyebab kelangkaan, jika pun ada harga bisa sampai 90 ribu bahkan sampai 100 ribu per kilogram.

Meski begitu, para penjual tetap berupaya menjaga kualitas dan cita rasa nasi kuning agar pelanggan setia tidak beralih. Beberapa pedagang memilih mengurangi porsi lauk atau mencari alternatif lauk lain sementara waktu.

Warga yang biasa membeli nasi kuning pun berharap harga ikan gabus bisa kembali normal. Bagi mereka, kombinasi nasi kuning dengan ikan gabus sudah menjadi menu sarapan yang sulit digantikan.

Para pedagang berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk membantu menstabilkan harga dan pasokan, sehingga usaha kecil seperti nasi kuning bisa tetap berjalan tanpa membebani pembeli.

BACA JUGA :  Diduga Bom Ditemukan Pada Barak Kosong di Sampit, Tim Gegana Brimob Turun ke Lokasi

Begitu pula pedagang nasi kuning di sekitar jaya wijaya, Umi mengatakan, sekarang sulit mencari ikan Gabus jika pun ada harganya sangat mahal.

” Kami berharap pemerintah ikut memperhatikan kesulitan pedagang makan an seperti kami ini,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca