banner 130x650

Penjualan Mobil Hybrid di Indonesia Naik, Pabrikan Tambah Model Baru

Penjualan Mobil

Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia makin terasa. Penjualan mobil hybrid tercatat meningkat signifikan sepanjang 2026, mendorong sejumlah pabrikan untuk menambah line-up model baru di pasar domestik.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menyebut, minat konsumen terhadap mobil hybrid naik karena efisiensi bahan bakar dan insentif pajak yang lebih ringan dibanding mesin konvensional. Harga BBM yang fluktuatif juga jadi faktor pendorong.

Toyota, Honda, dan Suzuki menjadi merek yang paling aktif merilis varian hybrid baru tahun ini. Selain SUV, segmen MPV dan sedan juga mulai masuk dengan opsi mesin hybrid.

BACA JUGA :  BBM Naik, Penjualan Mobil Baru Tidak Terpengaruh, Target 900.000 Tahun ini

“Hybrid jadi jembatan paling realistis sebelum transisi penuh ke mobil listrik. Infrastruktur pengisian daya belum merata, tapi hybrid sudah bisa dipakai sehari-hari tanpa ubah kebiasaan,” ujar pengamat otomotif dari ITB, Rian Mahendra.

Di sisi lain, produsen mobil listrik juga terus memperluas jaringan charging station di kota besar. Pemerintah menargetkan 2.000 SPKLU baru hingga akhir 2026 untuk mendukung adopsi EV.

Untuk konsumen, pilihan makin beragam. Harga mobil hybrid saat ini berada di kisaran Rp350 juta hingga Rp600 juta, tergantung merek dan fitur. Sementara mobil listrik entry level mulai tersedia di bawah Rp400 juta.

BACA JUGA :  Race Motoprix 2023 di Sambut Antusias, Bupati Kotim Janji Tuntaskan Pembangunan Sirkuit

Analis memprediksi penjualan kendaraan elektrifikasi bisa menyumbang 20% dari total penjualan mobil nasional tahun depan.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca