banner 130x650

Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla, DPRD Minta Bupati Kotim Tunda Pawai Pembangunan

Kualitas Udara

Di tengah kondisi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kian pekat menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Timur, desakan untuk menunda pelaksanaan Pawai Pembangunan menguat.

Pemerintah Kabupaten Kotim diminta anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah, untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang kegiatan seremonial tersebut hingga kondisi cuaca dan kualitas udara kembali membaik dan aman bagi masyarakat.

Permintaan ini disampaikan mengingat pawai akan melibatkan ribuan peserta, mulai dari pelajar, ASN, hingga masyarakat umum yang akan terpapar langsung asap pekat dalam durasi yang lama.

“Kami meminta Pemkab Kotim untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang Pawai Pembangunan yang beberapa hari ke depan akan dilaksanakan. Jangan sampai kegiatan seremonial justru menimbulkan korban karena ISPA dan gangguan kesehatan akibat asap,” ujar Riskon , Selasa (19/8/2026).

BACA JUGA :  Dukung Pemerintah Kotim Lakukan Pemerataan Infrastruktur Jalan dan Gang

Menurutnya, saat ini fokus utama pemerintah daerah harus tercurah sepenuhnya pada penanganan darurat Karhutla. Terlebih, Bupati Kotim telah menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla.

“Semua energi, anggaran, dan personel harus difokuskan untuk pemadaman, perlindungan kesehatan petugas dan warga. Pawai bisa ditunda, tapi kesehatan masyarakat tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kotim telah mengeluarkan Surat Edaran terkait penyesuaian jam operasional pembelajaran dan melarang aktivitas luar ruangan di sekolah selama kondisi asap. Ironis jika di sisi lain pemerintah tetap memaksakan kegiatan pawai yang justru mengumpulkan massa di ruang terbuka.

Selain risiko kesehatan, penundaan pawai juga dinilai sebagai bentuk empati kepada tim gabungan di lapangan yang sedang berjibaku memadamkan api. Mulai dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat yang hingga kini masih berjaga di titik-titik rawan kebakaran.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Kotim Minta Pengawasan Ketat Praktik Prostitusi Online di Sampit

Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat keluar, dan menjaga kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Kotim terkait kepastian jadwal Pawai Pembangunan tersebut.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca