banner 130x650

Pemkab Seruyan Salurkan Air Bersih ke Dua Desa, Respons Dampak Kemarau dan Kebutuhan Warga

Kuala Pembuang
Foto : Penyaluran air yang dilakukan secara simbolis oleh Pemkab Seruyan yang diperuntukkan membantu menjaga pasokan air warga

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan bergerak merespons kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak musim kemarau. Melalui langkah penanganan langsung di lapangan, Pemkab Seruyan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Pematang Panjang dan Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Rabu (2/9/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.

Kehadiran pemerintah daerah di dua desa tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Seruyan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan menyalurkan masing-masing sebanyak 5.000 liter air bersih kepada masyarakat di Desa Pematang Panjang dan Desa Bangun Harja. Secara keseluruhan, sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah berkurangnya ketersediaan sumber air akibat musim kemarau.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah atas kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan.

Kuala Pembuang
Foto : Warga menerima air bersih bantuan dari Pemkab Seruyan

“Penyaluran air bersih ini merupakan jawaban atas keinginan masyarakat. Pemerintah hadir untuk membagikan air bersih dengan situasi dan kondisi kemarau saat ini,” ujar Ahmad Selanorwanda.

BACA JUGA :  Pasar Rakyat Seruyan di MTQH XVII dan FSQ Sarana Roda Perekonomian

Menurutnya, persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu dampak yang perlu mendapat perhatian selama musim kemarau. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas dan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama di wilayah yang sumber airnya mengalami penurunan kualitas maupun kuantitas.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Seruyan mengambil langkah penanganan melalui penyaluran air bersih secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ahmad menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk dua desa yang menjadi lokasi penyaluran pada kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Seruyan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan serta menginventarisasi wilayah-wilayah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan berikutnya agar bantuan dapat disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Program penyaluran air bersih ini akan terus dilanjutkan, karena dengan adanya bantuan air bersih ini tentu sangat membantu sekali bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Seruyan juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanganan dampak kemarau. Dukungan dari organisasi, lembaga, dunia usaha, serta unsur terkait lainnya diharapkan dapat memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak kemarau membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama ketika kondisi kekeringan berlangsung dan berpotensi meluas ke wilayah lain.

BACA JUGA :  Pj Bupati Seruyan Membuka Bimtek Penilaian Kinerja PNS Seruyan 2024

Selain penyaluran air bersih, Pemkab Seruyan juga menaruh perhatian terhadap berbagai potensi dampak lain yang muncul selama musim kemarau. Pemerintah daerah terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat meningkat ketika kondisi lingkungan semakin kering.

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Upaya pencegahan dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau, bersamaan dengan penanganan kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Seruyan, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam dan cuaca.

Melalui penyaluran bantuan ke Desa Pematang Panjang dan Desa Bangun Harja, pemerintah daerah berupaya memberikan respons langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi awal dari upaya penanganan yang akan terus dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan di wilayah-wilayah terdampak.

Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Seruyan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Penyaluran air bersih akan menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air, dengan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat melalui kondisi kemarau dengan baik, sementara seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.

BACA JUGA :  Pemkab Seruyan Gelar Rakor Penguatan Pemerintah dan Pemdes

Kehadiran langsung Bupati Seruyan bersama jajaran dalam penyaluran bantuan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika kebutuhan dasar warga memerlukan perhatian dan penanganan secara langsung.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca