banner 130x650

Peduli Jurnalis di Tengah Ancaman Karhutla, PT GBSM Serahkan 1.000 Masker untuk PWI Seruyan

Peduli Jurnalis PT TAP

Bentuk kepedulian terhadap jurnalis kembali ditunjukkan PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM) di tengah meningkatnya ancaman Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan.

Perusahaan tersebut menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 masker kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seruyan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Manager CSR PT GBSM, Rizal Prayifto, dan diterima Ketua PWI Kabupaten Seruyan, Hendri Editia, di Omon Kopi, Kuala Pembuang, Senin (28/9/2026).

Manager CSR PT GBSM Rizal Prayifto mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan rekan-rekan jurnalis yang setiap hari harus bertugas di lapangan di tengah kondisi kabut asap.

“Kami paham di musim karhutla seperti sekarang ini, rekan-rekan jurnalis tetap harus turun ke lapangan untuk meliput. Tentu mereka sangat membutuhkan masker untuk melindungi diri dari paparan asap dan debu. Total yang kami serahkan hari ini ada 1.000 masker, semoga bermanfaat untuk menunjang aktivitas peliputan,” ujar Rizal.

BACA JUGA :  Bunda PAUD Seruyan Monitoring Pembelajaran PAUD di Tengah Kondisi Karhutla

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Seruyan Hendri Editia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian PT GBSM kepada insan pers di Seruyan.

“Kami dari PWI Kabupaten Seruyan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT GBSM. Bantuan ini sangat tepat dan bermanfaat, karena saat ini kabut asap akibat karhutla mulai menyelimuti Kuala Pembuang. Rekan-rekan jurnalis yang tergabung di PWI Seruyan sangat membutuhkan masker saat melakukan peliputan di luar ruangan,” kata Hendri.

BACA JUGA :  Camat Seruyan Raya Pimpin Apel Siaga Penanggulangan Karhutlah Tahun 2022

Ia berharap sinergi dan kemitraan yang baik antara PWI Seruyan dan PT GBSM terus terjalin, serta menjadi contoh bagi perusahaan lain di Seruyan untuk peduli terhadap profesi jurnalis yang tetap bekerja di garda depan informasi, bahkan di tengah ancaman karhutla dan kabut asap.


Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

You cannot copy content of this page

Eksplorasi konten lain dari MentayaNet

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca